Beranda Gorontalo Sibuk Berdebat Siapa Pemenang Dan Siapa Kalah, “Pahlawan Demokrasi” Terlupakan

Sibuk Berdebat Siapa Pemenang Dan Siapa Kalah, “Pahlawan Demokrasi” Terlupakan

138


MCB.Com (Gorontalo) – Hingga saat ini masyarakat hanya memperdebatkan siapa pemenang dan siapa yang kalah. Hujatan dan kata-kata kasarpun seakan tak ada habisnya menghiasi media sosial.

Sementara itu, penyelenggara pemilu: KPPS, PPS, PPK, KPU, Panwas, Bawaslu dan petugas keamanan (Polisi dan TNI), terlupakan. Prihatin memang, tak ada kata walau hanya ucapan “terima kasih” kepada mereka sebagai penyelenggara pemilu.

Ada pula yang sampai meninggal dunia disaat menjalankan tugas. Sayangnya, rasa empati tidak begitu muncul. Justru yang dominan menghiasi media sosial hanya perdebatan pada hasil. Padahal, mereka adalah “Pahlawan Demokrasi”. Mereka terlupakan.  

Komisioner KPU Provinsi Gorontalo, Ramli Ondang Djau di akun facebook-nya menulis,  masyarakat melupakan proses pemilunya. Proses akan selalu melahirkan cerita, sejarah, karya, kebangsaan, suka maupun duka.

Proses berhubungan dengan pantarlih yang kerjanya keluar masuk untuk memastikan hak konstitusi masyarakat dan pemilu. “Bagi sebagian orang, pemilu kali ini adalah tentang siapa yang kalah atau siapa yang menang, tentang siapa yg duduk atau siapa yang gagal duduk,” tulis Ramli, Sabtu (19/4/2019).

Demikian pula dengan PPK dan PPS yang selalu memastikan secara faktual data pemilih secara valid.  PPK dan PPS mendistribusikan logistik dengan berjalan kaki hingga berjam-jam—menembus kampung terpencil.

PPK dan PPS berusaha meyakinkan para partisipan agar bersedia menjadi KPPS. “KPPS keluar masuk hutan mencari dan memikul bambu untuk mendirikan TPS. KPPS dengan bahagia menghias dan memperindah TPS di waktu malam sebelum pemungutan suara,” tulisnya lagi.

KPPS harus bangun pagi sedini mungkin agar tidak terlambat ke TPS. Semangat KPPS memulai pemungutan dan perhitungan suara dengan gigih, ikhlas dan penuh tanggung jawab. KPPS menghitung surat suara di TPS, harus melewati malam di TPS, meninggalkan orang-orang tercinta di rumah. 

Pertugas KPPS kelelahan, bahkan sampai tertidur menulis salinan C1 yang super banyak. Mereka yang tanpa jeda menyelesaikan semua proses pungut hitungan suara sampai pukul 12 siang—esok harinya.

Petugas keamanan terlelap lunglai di samping kotak suara. Staf Sekretariat PPK, PPS yang mengawal dan mensupport tiada henti kerja-kerja penyelenggara PPK, PPS. Mereka (KPPS, PPS, PPK dan staf sekretariat) sampai ada yang terbaring sakit akibat kelelahan. Mereka bertanggung jawab mengawal suara rakyat di TPS.
Meski terbaring sakit, mereka bangga karena telah mengawal pemilu.”Kesedihan, keharuan dan keprihatianan kami untuk mereka Pejuang Demokrasi yang terbaring sakit, kelelahan mengawal proses penghitungan di TPS,” tandas Ramli Ondang. (01/02)