ASN Menunggak PBB, Realisasi PAD Kota Gorontalo Menurun

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Oktober 22, 2017 23:15

ASN Menunggak PBB, Realisasi PAD Kota Gorontalo Menurun

MCB.Com (Kota Gorontalo) – Capaian realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD)  Pemerintah Kota Gorontalo tahun 2017 terjadi penurunan yang signifikan. Pasalnya, terjadinya penunggakan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dikalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Demikian disampaikan Asisten I Setda Kota Gorontalo, Dedi Kadula pada acara evaluasi Pendapatan Asli Daerah Triwulan III tahun 2017, di Aula Kantor Walikota Gorontalo.

“Contoh pada PBB. Kenyataannya sampai saat ini batas waktu pembayaran, ternyata masih banyak aparatur pemerintah yang menunggak. Ini bukanlah contoh yang baik terhadap ketaatan melaksanakan kewajiban membayar pajak daerah,” ujar Dedi Kadula.

Sebagai pelaksana harian Sekertaris Daerah Kota Gorontalo, pada sambutannya Dedi menjelaskan, ketaatan melakukan pembayaran pajak atau retribusi daerah, itu sangat penting. Jangan sampai justru sebagai aparat pemerintah daerah tidak mau membayar pajak bumi dan bangunan.

“Untuk masing-masing unit kerja, jangan hanya menunggu dan berdiam diri. Tetapi bagaimana membuat terobosan dan langkah-langkah strategi inovatif untuk memenuhi pencapaian registrasi pengembangan pendapatan asli daerah sesuai dengan bidang dan tugas masing-masing,” pintanya.

Ia juga menambahkan, progres pembanguna di Kota Gorontalo sangat pesat. Sektor pembangunan usaha terdapat dimana-mana, baik besar maupun kecil.  Misalnya; hotel, restoran, tempat hiburan karaoke, dan lahan parkir. Semua memiliki andil sumber pendapatan daerah.

Berdasarkan penyampaian Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Gorontalo, pencapaian sebagian PAD yang terealisasi terdiri dari; pajak daerah ditargetkan 60 miliar 771 juta rupiah. Sementara realisasinya hanya 41 miliar 53 juta rupiah lebih, dengan presentasenya 67,61 persen yang bersumber dari 10 jenis pajak daerah.

Retribusi daerah sendiri ditargetkan 21 milayar 200 juta rupiah lebih, justru hanya mencapai 6 miliar 260 juta rupiah lebih, atau 29, 53 persen terdiri dari 18 retribusi yang masuk.

Disisi lain, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang disahkan, penerimaan dari berbagai komponen yang bersumber dari laba atau pengelolaan BUMD, PDAM, maupun  Deviden atas penyertaan modal pada Bank Sulutgo, targenya 2 miliar 285 juta rupiah lebih, yang terealisasi 1 milyar 585 juta lebih dengan presentase 61,32 persen.

Untuk lain-lain PAD yang sah, ditargetkan 153 miliar 13 juta lebih, realisasinya 78 miliar 880 juta rupiah lebih dengan presentase  51,55 persen.(01-17)

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Oktober 22, 2017 23:15
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment

Only registered users can comment.