Dewan Kota Soroti Kinerja TKW Yang Hanya Membebani Anggaran Daerah

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Agustus 1, 2017 02:24

Dewan Kota Soroti Kinerja TKW Yang Hanya Membebani Anggaran Daerah

MCB.Com (Kota Gorontalo) – Tim Kerja Walikota (TKW) yang dibentuk oleh Walikota Marten Taha ternyata menuai sorotan dari anggota DPRD Kota Gorontalo. Pasalnya, anggaran yang digolontorkan untuk TKW dinilai mubajir dan tidak kena sasaran.

Hal tersebut terungkap pada Rapat Banggar DPRD Kota Gorontalo, lanjutan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD tahun 2018, Senin (31/7) di Gedung DPRD Kota Gorontalo.

Hais Nusi yang juga Ketua Komisi C DPRD Kota Gorontalo mempertanyakan tentang kinerja TKW. “Apakah saat ini TKW bekerja dengan baik? Apalagi terkait dengan kehadiran mereka. Jangan sampai sudah dianggarkan tetapi kerjanya tidak optimal,” ujar Hais Nusi dengan gaya khasnya.

Pria yang dikenal cukup vokal ini mempertanyakan soal anggaran perjalanan dinas yang sering  dimanfaatkan oleh TKW. Padahal kata Hais, TKW tidak perlu mendapat anggaran perjalanan dinas, sebab di beberapa daerah (lain), TKW tidak mendapat jatah anggaran perjalanan dinas.

Disisi lain, Hais Nusi mengkhawatirkan jangan sampai anggaran yang digolontorkan untuk TKW hanya berakibat pada Tuntutan Ganti Rugi (TGR). Padahal kata Hais Nusi, masih banyak anggaran yang dipersiapkan untuk menutupi dana KPU tahun 2018.

“Saya melihat, saat pelantikan sekda beberapa waktu lalu, mereka (TKW) hanya jalan kesana, jalan kesini, mencari kesibukan sendiri,” ucap Hais sedikit nada tinggi.

  Sekretaris Daerah Kota Gorontalo Ismail Madjid bersama sejumlah SKPD dalam Rapat Badan Anggaran.

Sementara itu Sekretaris Daerah Ismail Madjid ketika menanggapi sorotan anggota dewan soal kinerja TKW, ia hanya menjawab, “Beberapa hari lalu saya sudah memanggil TKW agar bekerja lebih optimal”.

Pada kesempatan terpisah, Ketua DPRD Kota Gorontalo Fedriyanto Koniyo menjelaskan, TKW tersebut bekerja untuk walikota. Sedangkan sebentar lagi Walikota Marten Taha akan cuti—mengikuti pilkada tahun 2018. “Terkecuali Pak Marten tidak maju lagi,” kata Ferdiyanto.

“Nah, di situ ada Tim Kerja Walikota. Jika Pak Marten akan cuti—maju kembali sebagai calon walikota, TKW ini nantinya bagaimana? Mereka bekerja untuk siapa? Kalau memang anggaran ini tidak efisien lagi, untuk apa kita adakan lagi. Bahasa politiknya begitu. Kalau memang ini perlu, mereka bekerja untuk siapa lagi? Otomatis akan ada PLT Walikota,” urai Sekretaris DPD II Partai Golkar Kota Gorontalo.

Pastinya kata Fedriyanto, Pelaksana Tugas (PLT) Walikota tinggal melanjutkan program-program yang merupakan target pemerintah daerah. Oleh sebab itu Fedriyanto mendukung penyampaian para anggota dewan pada Rapat Badan Anggaran tersebut.

“Kita harus bicara apa adanya, supaya clear. Kita ini wakil rakyat yang nantinya juga akan dipertanyakan oleh rakyat. Lho…, TKW ini bekerja untuk siapa? Pak wali lagi cuti ko’. Nah.., itu yang terungkap dalam rapat tadi, dan itu sah-sah saja. Nanti kita lihat saja bagaimana upaya pemerintah daerah terkait hal tersebut,” tandasnya.* (01/02-Bayu)

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Agustus 1, 2017 02:24
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment

Only registered users can comment.