Fakta Unik Tentang Pinisi, Perahu Legendaris Kebanggaan Orang Bugis

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa November 21, 2013 10:29

Fakta Unik Tentang Pinisi, Perahu Legendaris Kebanggaan Orang Bugis

Story Highlights

  • Ea cum quodsi omnium aliquando, mollis ornatus ad sit. Per vide idque dicit ne.
  • Nam an rebum viderer, modo nihil ex cum.
  • Id sententiae eloquentiam nam. Mei eius lorem ei, ei stet nostrum signiferumque mel.

Related Articles

Siapa tidak kenal dengan perahu Pinisi. Ya, kapal kebanggaan suku Bugis, Sulawesi Selatan itu namanya tenar seantero jagat lantaran sejak dulu telah menjelajahi dunia hingga ke Afrika. Adalah

Bulukumba yang menjadi tempat lahirnya kapal layar legendaris yang telah ada sejak abad ke-14 itu. Kapal Pinisi sebagian besar dibuat di daerah yang disebut Tanah Beru, letaknya 176 kilometer dari Kota Makassar.

Di Tanah Beru inilah warga setempat bahu membahu membangun kapal layar Pinisi dengan berbagai tahapan konstruksi. Dengan nama besarnya itu Pinisi lantas menjadi salah satu ikon kebanggaan dunia maritim Indonesia.

Berbicara mengenai Pinisi, banyak keunikan filosofis di balik pembangunan kapal layar kebanggaan orang Bugis ini. Ya, membangun kapal Pinisi konon terlebih dahulu harus melalui rangkaian ritual tertentu. Berikut fakta unik di balik pembangunan kapal Pinisi yang mungkin belum Anda ketahui sebagaimana dirangkum Okezone dari berbagai sumber.

Pinisi Hanya Dikerjakan Lima Orang

Meski terdengar tak rasional, namun tahukah Anda jika kapal sebesar Pinisi dikerjakan oleh hanya lima orang saja. Penduduk setempat meyakini, jika Pinisi dikerjakan beramai-ramai melibatkan banyak orang, maka akan mengurangi nilai seni tinggi yang ada di dalamnya. Dengan keterbatasan jumlah pekerja itu tak heran jika pembuatan kapal Pinisi memakan waktu cukup lama.

Dibangun Tanpa Sketsa

Kapal layar Pinisi memiliki keunikan sendiri lantaran ia dibangun tanpa dibuatkan sketsa terlebiamun, biarpun tanpa sketsa, ketangguhan kapal ini dalam mengarungi lautan tak perlu diragukan. Kayu yang menjadi bahan dasar Pinisi konon akan semakin kuat dan kokoh jika sudah terkena air laut. Kapal ini juga tangguh dalam menghadapi badai dan tahan dengan terjangan ombak.

Ritual Khusus

Sebelum kapal Pinisi dibangun, berbagai rangkaian upacara khusus dilakukan. Bahkan, dalam hal pencarian kayu harus ditentukan berdasarkan hari baik.

Masyarakat setempat percaya jika pencarian kayu untuk Pinisi baiknya dilakukan pada hari ke-5 atau ke-7 di bulan tersebut.

Penentuan hari itu bukan tanpa makna. Angka 5 diyakini melambangkan rezeki telah diraih, sedangkan angka 7 bermakna hoki yaitu mendapat rezeki.

Makna Dua Kalimat Syahadat

Keunikan lain dari kapal Pinisi ialah dua tiang layar kapal ini yang bermakna dua kalimat syahadat. Adapun tujuh buah layar perahu tradisional asal Tanah Daeng ini sama dengan jumlah ayat surah Al- Fatihah dalam Alquran.

Tak hanya itu kapal ini juga dilengkapi layar sekunar dengan dua tiang utama plus tujuh layar. Tujuh layar tersebut melambangkan jumlah samudera besar di dunia yang pernah diarungi oleh nenek moyang bangsa Indonesia pada masa lampau.

Pembuatan kapal Pinisi memang tak pernah dilepaskan dari kepercayaan-kepercayaan masyarakat yang sudah diwarisi sejak abad ke-14 masehi.

Hal inilah yang coba mereka lestarikan demi menjaga identitas kapal yang sudah sering mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional ini. (Sumber : OkeZone)

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa November 21, 2013 10:29
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment

Only registered users can comment.