Beranda Gorontalo Kajati Firdaus: Pengrusakan Mangrove Di Gorontalo Sudah Parah dan Masif

Kajati Firdaus: Pengrusakan Mangrove Di Gorontalo Sudah Parah dan Masif

68

MCB.Com (Boalemo) – Dugaan pengrusakan hutan bakau (Mangrove) di kawasan hutan lingdung Pantai Ratu, Kabupaten Bolameo, hingga kini masih berpolemik dan menghiasi berbagai media online. Bahkan kasus tersebut sudah dilaporkan oleh Jaringan Advokasi Pengelolaan Sumber Daya Alam (Japesda) kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kejaksaan Tinggi dan Polda Gorontalo.    

Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Firdaus Dawilmar mengemukakan, Bupati Boalemo, Darwis Moridu telah melakukan konsultasi tentang mekainisme perijinan dan pengembangan destinasi wisata Pantau Ratu.

“Pak Bupati Boalemo itu berkonsultasi mengenai mekanisme perijinan. Bukan cuma di-kami saja, tapi juga di beberapa instansi terkait yang ada ditingkatan provinsi,” jelas Firdaus.

Menurut Firdaus, pihaknya telah melakukan penelitian atas pengrusakan mangrove di Gorontalo. Kata dia, persoalan mangrove saat ini sudah sangat parah dan masif.

“Setelah kami teliti, pengrusakan mangrove di Gorontalo sudah sangat parah karena dilaksanakan secara masif dan tidak mengindahkan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Firdaus melihat, pengrusakan masif bukan hanya terjadi di Boalemo, tetapi termasuk di Kabupaten Gorontalo Utara. “Nah, ini juga yang harus diperhatikan,” pinta Firdaus.

Ia mengaku, telah menemukan penimbunan hutan mangrove oleh masyarakat di Kabupaten Gorontalo Utara, tepatnya di samping Rumah Sakit ZUS. Makanya Firdaus memberi warning pelaksanaan kegiatan pengrusakan mangrove di lokasi tersebut.

“Saat ini kami sementara menyoroti aktifitas pengrusakan mangrove yang lokasinya berada di sekitaran Rumah Sakit ZUS di Gorontalo Utara. Bahkan saat kami melewati lokasi tersebut, aktifitas penimbunan itu sementara berlangsung ,” ungkapnya.

Dikatakan, masyarakat perlu diedukasi betapa pentingnya pelestarian hutan mangrove, terutama menjaga abrasi, menjaga air laut dengan air tawar, menjaga biota laut, menjaga burung pelican.

Masyarakat juga harus tahu, dengan dilestarikannya hutan mangrove,berarti telah menjaga fungsinya sebagai penyuplai oksigen terbesar bagi kebutuhan manusia.

Firdaus berharap, perlu kerja sama seluruh pihak dan pentingnya pendidikan kepada masyarakat atas manfaat mangrove. Disamping itu, perlunya sosialisasi pentingnya kelestarian mangrove untuk menjaga keseimbangan ekosistem alam disekitarnya.

Oleh sebab itu, Firdaus mengajak seluruh stakeholder, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pegiat lingkungan, untuk bersama-sama menyelamatkan hutan mangrove dari kerusakan, baik yang disengaja maupun oleh alam.(01/Jubir-Jef)