Kenapa Bukan Rusli-Rustam Saja ?

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa April 16, 2016 00:00

Kenapa Bukan Rusli-Rustam Saja ?

SEPERTINYA pendukung Rusli Habibie (RH) semakin tak sabar menunggu kepastian penentuan Calon Wakil Gubernur pendamping RH. Kegelisahan dan kegalauan itu muncul tampak pada colotehan warung kopi. “Kenapa bukan Rusli-Rustam saja yang berpasangan? Toh.., Golkar memiliki modal 12 kursi di DPRD Provinsi Gorontalo—dan tidak harus berkoalisi dengan partai lain.

Rustam Akili memiliki modal besar di Kabupaten Gorontalo. Perolehan suara kurang lebih 64 ribu pada pilkada 2015 lalu salah satu indikator yang tidak bisa diremehkan. Loyalis Rustam Akili pasti menunggu keputusan Partai Golkar dan RH. Mereka menunggu dan menunggu…!!!

Sepertinya Barisan Muda Golkar Gorontalo lebih suka Rusli-Rustam berpasangan pada pilkada mendatang. Pasangan itu diyakini pasti menang. Suara Rustam terukur jumlah peroleha suaranya—tidak harus menunggu hasil survei seperti pernyataan RH di media.

Partai Golkar telah terbukti memenangkan pilkada dua daerah di Gorontalo, seperti, Pilkada Boalemo dan Kota Gorontalo. Pendukung RH sangat yakin jika Rusli-Rustam berpasangan pasti menang. Elektabilitas RH masih tinggi. Bahkan loyalis RH katakan, “Walaupun berpasangan dengan ‘te palemba’ RH, pasti menang.”

Apakah RH masih ingin menunggu Idris Rahim (IR) sebagai calon wakilnya atau RH terpatron oleh ‘fatsun’ politiknya menjadikan unsur birokrat sebagai pasangannya seperti pada Pilkada Gorontalo Utara—Indra Yasin dan Idris Rahim—Pilkada Provinsi Gorontalo periode lalu?

Sekarang Idris Rahim berstatus politisi—bukan birokrat lagi. Ia Ketua DPW PAN Provinsi Gorontalo yang bisa menentukan sikapnya kemana saja dan berpasangan dengan siapa saja. PAN memiliki tujuh kursi di DPRD Provinsi Gorontalo.  Idris Rahim tidak seperti yang kita tahu sebelumnya.

Nah.., dorongan pasangan Golkar-Golkar dijadikan tranding topik diskusi oleh Barisan Muda Golkar Gorontalo. Tak pelak muncul colotehan warung kopi dengan berbagai macam pertanyaan dan pernyataan.

“Ah.., mungkin RH tunggu putusan hukumnya? Mungkin RH masih menunggu sikapnya Kak Idi (panggilan akrab Idris Rahim-red)? Mungkin RH mencari pasangannya dari birokrat yang tepat?”

Pastinya, hanya Rusli Habibie yang lebih tau. Pendapat anda…???

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa April 16, 2016 00:00
Write a comment

7 Comments

  1. Anonim April 17, 19:55

    Tidak usah pake itu ti k idi, ti k idu dsb…
    Pilih k rustam jo, biar org blg ular, yg penting bukan pembunuh berdarah dingin…

    Rusli-rustam ok…
    RM foundation

  2. Anonim April 17, 19:51

    Saya sepakat… golkar-golkar why not…?

  3. Anonim April 16, 10:29

    Kok RA disebut ular? Dasar pikirannya apa?
    Jgn asal koment ! RA itu kader golkar yg sdh lama. RA lebih senior dr RH

  4. Anonim April 16, 07:53

    Klu menurut sy, sangat berbahaya klu Pak RH berpasangan dgn RA, klu cmn soal elektabilitas keduax seng ada lawan, klu cm menang insha Allah bisa menang, tapi klu RH berpasangan dgn RA, sy ibaratkan Pak RH bagaikan memelihara ular yg setiap saat dapat mematuknya yg bisa saja membuat Pak RH sekarat…

  5. Anonim April 16, 00:26

    jgntunggu lg K Idi

  6. Anonim April 16, 00:12

    Harusnya Rusli Habibie pastikan pasangannya. Cocok..skali pasangan tersebut. Pasti menang.

Only registered users can comment.