LSM Dan Wartawan Protes PT.Brantas Abipraya

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Agustus 13, 2016 00:53

LSM Dan Wartawan Protes PT.Brantas Abipraya

MediaCerdasBangsa.Com (Gorontalo) – Sikap PT. Brantas Abipraya (Persero) sebagai Kontraktor pekerjaan pembangunan konstruksi gedung Asrama Haji Gorontalo yang tidak mau menerima LSM memantau pekerjaan tersebut dinilai sangat berlebih. PT. Brantas Abipraya mungkin saja tidak mengerti tugas LSM dan Pers.

Ketua LSM Format Bangsa Gorontalo—Tommy Laisa menyatakan protes keras atas sikap PT. Brantas Abipraya yang menolak LSM dan Wartawan untuk masuk ke dalam lokasi proyek. LSM Format Bangsa mencurigai, kemungkinan besar ada yang disembunyikan oleh kontraktornya.

“Jika demikian sikap kontraktor, kami akan turun langsung dan memantau pekerjaan Pembangunan Proyek Asrama Haji Gorontalo. Ini tidak bisa dibiarkan sikap arogan yang dilakukan oleh PT. Brantas Abipraya,” ungkap Tommy Laisa sedikit nada tinggi.

Mess Haji 1 insert

Pembangunan konstruksi Gedung Asrama Haji Gorontalo yang dimulai agustus 2016

Sementara itu, Wartawan senior yang juga anggota PWI Jakarta, Abdullah Lahay ketika menghubungi mediacerdasbangsa.com mengatakan, PT. Brantas Abipraya telah bertindak tidak senonoh kepada Wartawan yang sedang mengerjakan tugas jurnalis. Ia malah menganjurkan agar Wartawan segera melaporkan PT. Brantas Abipraya ke pihak kepolisian.

“Saya minta PT. Brantas Abipraya tidak bisa menutup diri terhadap Pers sebagai perwakilan masyarakat. Jangankan kontraktor, termasuk pejabat publik, seperti Gubernur, Bupati, dan Walikota, atau instansi yang berhubungan dengan kepentingan publik harus terbuka—wajib memberikan informasi kepada masyarakat. Apalagi Wartawan,” ujar Abdullah Lahay dengan nada protes.

Menurut Abdullah Lahay, pekerja Pers dijamin oleh Undang-undang dalam melakukan tugas jurnalisnya. Tidak bisa kontraktor menutup-nutupi pekerjaannya. “Ada apa sebenarnya dengan PT. Brantas Abipraya?” tambahnya lagi.

PT. Brantas Abipraya yang diwakili Kepala Proyeknya (Kapro)—Reza ketika menghubungi mediacerdasbangsa.com menyatakan permintaan maaf atas sikap security yang bertindak terlalu berlebihan. Menurut Reza, sesungguhnya tidak ada yang ditutup-tutupi dalam pekerjaan itu. “Silahkan saja Pak jika mau memantau pekerjaan tersebut. Ini hanya terjadi miskomunikasi antara Wartawan dan Security. Sekali lagi saya minta maaf Pak,” ungkap Reza.

Reza mengatakan, dalam sistim pengawasan, PT. Brantas Abipraya selain menggunakan pengawasan internal—yakni Konsultan Pengawas, juga menggunakan pengawasan dari luar. Misalnya saja, pihak Kejaksaan dan PU yang ditunjuk langsung oleh Kementrian Agama Provinsi Gorontalo. “Intinya kami akan melaksanakan pekerjaan ini dengan benar dan sesuai target yang telah ditentukan,” tandasnya. (MCB/01/02)

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Agustus 13, 2016 00:53
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment

Only registered users can comment.