Nenek Hawiyah Senang Dapat Bantuan Dari Anggota DPD-RI

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Maret 8, 2018 22:39

Nenek Hawiyah Senang Dapat Bantuan Dari Anggota DPD-RI

MCB.Com (Bireuen) – Anggota DPD-RI, Sudirman yang akrab disapa Haji Uma memberikan bantuan kepada Nenek Hawiyah berupa sembako dan alas tidur serta bantal. Bantuan tersebut diserahkan oleh Dima—perwakilan Senator Haji Uma di kediaman Nenek Hawiyah, Uteuen Bunta, Peusangan, Kabupaten Bireuen, Kamis (8/3/2018).

Selain memberikan bantuan, Haji Uma berjanji akan memasang listrik di rumah Nenek Hawiyah yang selama ini memang tak ada listrik  dan hanya memakai alat penerangan seadanya. Haji Uma juga akan mengantikan atap rumah yang sudah bocor.

“Terkait Pemasanagan listrik, kita sudah lakukan koordinasi dan menghubungi PLN untuk pemasangan listrik di rumah nenek Hawiyah,” terang Dima.

Kepada awak media Nek Hawiyah mengaku sangat senang dan terharu menerima kedatangan perwakilan Haji Uma yang datang memberikan bantuan.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Haji Uma atas kepedulian dan bantuanya. Bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi kami,” ujarnya terharu.

Nek Hawiyah kepada perwakilan Haji Uma mengharapkan agar rumahnya juga kalau bisa direhab. Pasalnya, rumah yang ditempati nenek 81 tahun itu merupakan hasil sumbangan dan bantuan dari beberapa warga.

Rumah sangat sederhana ini hanya ditempati oleh Nenek Hawiyah bersama anak lelakinya M Yusuf. Bahkan sangat memprihatinkan, ternyata rumah tersebut dilengkapi sumur tanah—bak kubangan tanpa cincin dan dinding. Rumah itu juga tak ada WC.

“Selama ini saya dan anak saya hanya tidur di lantai tanpa alas atau kasur,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari, anaknya yang mempunyai keterbatasan pikiran itu bekerja sebagai buruh harian lepas. Selain itu, Hawiyah sudah agak rabun matanya dan tak kuat berjalan. Terpaksa harus merangkak di dalam rumahnya untuk beraktivitas, termasuk memasak.

Memasak pun ia menggunakan kayu bakar di lantai beralas tanah. Untuk beras, ia memperoleh bantuan raskin. Tapi untuk lauk pauk, terpaksa makan dengan garam dan cabe rawit.* (01/IMO)

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Maret 8, 2018 22:39
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment

Only registered users can comment.