Pengelola Panti Al-Hijrah Diduga Cabuli Anak Asuhnya, LPA Minta Pelakunya Dikebiri

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Maret 29, 2017 01:01

Pengelola Panti Al-Hijrah Diduga Cabuli Anak Asuhnya, LPA Minta Pelakunya Dikebiri

MCB.Com (Gorontalo) – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Gorontalo marah besar terhadap pengelola Panti Asuhan Al-Hijrah. Betapa tidak, panti asuhan yang seharusnya mempunyai tanggung jawab memberikan perlindungan dan penyantunan terhadap anak, malah pengelolanya berbuat tidak senonoh dan sangat memalukan.

Adalah Salahudin Idris—Sekretaris LPA Provinsi Gorontalo mengecam keras tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum berinisial IS (42)—pengelola Panti Asuhan Al-Hijrah. Ia meminta penegak hukum tidak segan-segan memberikan hukuman berat, kalau perlu pelakunya dikebiri.

Padahal kata Salahudin, diketahui IS ini sangat baik dan dianggap tokoh yang patut menjadi contoh bagi masyarakat sekitar. Setiap kata-kata yang terucap selalu mengandung nasihat. Namun sangat disayangkan, kata-kata yang terangkai dalam sebuah kalimat itu hanyalah sebatas retorika belaka.

Salahudin pun meminta kepada Kementrian Sosial dan Dinas Sosial yang berada di daerah untuk selalu melakukan pengawasan terhadap anak yang berada di panti asuhan. Kata Salahudin, anggaran dari kementrian sosial yang digelontorkan untuk pengawasan anak begitu besar.

LPA

Pengurus Lembaga Perlindunagan Anak (LPA) Provinsi Gorontalo

“Pengawas dari Dinas Sosial jangan hanya sebatas berdialog dengan pengasuhnya, tapi harus lebih banyak berkomunikasi dengan anak-anak di dalam. Tanya sama mereka, bagaimana tentang pelayanan, bagaimana tentang makanannya? Tanya semua,” ujar Salahudin dengan suara yang agak keras.

Tidak hanya itu, Salahudin berharap kepada Dinas Sosial di daerah untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anak di sekolah. Dewasa ini kasus pelecehan seksual terhadap anak didik yang dilakukan oleh oknum guru yang tidak bermoral, cukup banyak. Tentunya hal ini butuh pengawasan pula.

“Jangan biarkan anak-anak menjadi korban dan alat pemuas nafsu bagi lelaki yang tidak bermoral. Tidak sedikit kasus pelecehan seksual ini sampai ke pengadilan. Namun sangat disayangkan hukuman yang diberikan kepada pelaku tidak setimpal dengan perbuatannya. Akibatnya, tidak menimbulkan efek jera kepada pelakunya,” tandasnya.* (01/02)

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Maret 29, 2017 01:01
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment

Only registered users can comment.