Tahun 2018 Penerimaan Tenaga Pendamping Desa

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Januari 31, 2018 01:43

Tahun 2018 Penerimaan Tenaga Pendamping Desa

MCB.Com (Gorontalo) – Kekurangan tenaga pendamping desa terjadi di Provinsi Gorontalo. Dari 657 desa di Provinsi Gorontalo, tenaga pendamping desa hanya sekitar 350 orang. Jumlah pendamping tidak sebanding dengan jumlah desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Administrsi Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Gorontalo Slamet Bakri mengatakan, guna menutupi kekurangan jumlah pendamping desa, terpaksa satu pendamping diberi tugas mendampingi lebih dari dua hingga tiga desa, sehingga kekurangan tersebut bisa teratasi.

Rencananya di tahun 2018 akan dilakukan penambahan jumlah tenaga pendamping desa, karena peran mereka begitu penting dalam rangka mengawal dan melakukan pendampingan terhadap tata kelola desa. “untuk tahun 2018 ini  sebagaimana DIPA yang ada kurang lebih sekitar 25 orang yang akan kita rekrut,” ujar Slamet.

Tenaga pendamping desa merupakan program pemerintah pusat sejak tahun 2015. Mereka mendapat honor melalui APBN. Jika melalaikan tugas atau melakukan pelanggaran, mereka setiap saat bisa diberhentikan karena hanya dengan ikatan kontrak disetiap tahunnya.

Menjadi seorang tenaga pendamping desa cukup menjajnjikan, sebab pemerintah memberikan honor hingga jutaan Rupiah. Tetapi ada beberapa hal yang tidak boleh dilangar, salah satunya tidak bisa terlibat dalam politik praktis.

Slamet Bakri menegaskan, jika pendamping desa terlibat politik praktis, dipastikan akan diberhentikan. Namun sebelumnya melalui pembinaan. Di tahun 2017, sekitar 3 orang pendamping desa di Provinsi Gorontalo diberhentikan karena dinilai melanggar aturan atau kode etik.

“Kalaupun mereka melakukan penyimpangan itu kita undang. Kita berikan pembinaan, diantaranya misalnya terindikasi mereka terlibat politik praktis ataupun ada semacam double job. Nah, double job disini, selain mereka pendamping desa, mereka ikut kegiatan–kegiatan lain, seperti ikut dalam penerimaan panwas. Nah, ini bila terindikasi kita langsung undang. Kita berikan pembinaan–pembinaan teguran secara berkala. Kalaupun mereka tetap tidak mengindahkan teguran, maka kita akan melakukan pemutusan kerja ataupun pemberhentian,” terang Slamet.* (01/03)

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Januari 31, 2018 01:43
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment

Only registered users can comment.