Tak loloskan Paket Proyek Milik Wabup, Panitia ULP Dimutasi?

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Juni 22, 2016 23:15

Tak loloskan Paket Proyek Milik Wabup, Panitia ULP Dimutasi?

MediaCerdasBangsa.Com (Gorontalo) – Belum enam bulan kepemimpinan Nelson Pomalingo-Fadli Hasan di Kabupaten Gorontalo telah menuai berbagai sorotan publik. Alyun Hippy misalnya, pada akun facebook-nya menyoroti Mobil Tanki Air milik Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Gorontalo yang digunakan untuk mensuplai air di salah satu hotel di wilayah Kota Gorontalo.

Kini salah satu pengguna facebook Ririen Bobihoe mengupload lagi kejanggalan proses tender di Kabupaten Gorontalo. Status facebook Ririen Bobihoe menyebut, panitia Unit Layanan Pengadaan (ULP) di Kabupaten Gorontalo dimutasi lantaran tidak meloloskan paket proyek yang mengatasnamakan Wakil Bupati dan Anggota Legislatif. Bahkan Panitia ULP tidak mau menerima uang sogokan dari kontraktor sebesar Rp 28 juta. Disamping itu berkas penawarannya tidak memenuhi syarat sebagai pemenang, dimana berkasnya tidak lengkap dan berkas penawarannya banyak yang salah.

Padahal kata Ririen Bobihoe pada akun facebooknya, sewaktu hearing dengan DPRD Kabupaten Gorontalo telah disampaikan bahwa panitia telah memenangkan kontraktor yang sesuai dengan prosedur. Sayangnya, kontraktor yang melapor tersebut tidak dihadirkan, karena laporannya abal-abal. Ririen pun menulis dengan hastag, “#permainanorangdalam”.

Ada tiga nama Staf ULP yang dimutasi ke beberapa kecamatan di Kabupaten Gorontalo, yakni; Herman Khaly—Staf Kantor Camat Dungaliyo, Abdurrahman Abdullah—menjadi Staf Kantor Camat Tabongo, Mirza Laya—Staf Kantor Camat Batudaa. Mutasi ini berdasarkan Surat Perintah Nomor :824.2/BKD-DIKLAT/49/VI/2016 yang ditanda tangani Sekretaris Daerah, Hadijah U. Tayeb, atas nama Bupati Kabupaten Gorontalo.

Status Ririen Bobihoe ini mendapat banyak tanggapan beragam dari pengguna facebook. Sebagian mengecam tindakan mutasi itu karena dinilai telah mencederai tugas dan fungsi dari ULP. Namun ada pula yang membela dan berusaha mengklarifikasi atas tanggapan facebooker.

Insert Ririn Bobihoe

Status Facebook dari Ririen Bobihoe (https://www.facebook.com/ririen.bobihoe)

Adalah Juru Bicara Bupati Kabupaten Gorontalo, Sofyan Ishak berusaha menjernihkan postingan Ririen Bobihoe. Menurutnya, pertama, pemenang tender yang menawar hingga turun 30 persen bukan jaminan menjadi pemenang. Kedua, ada yang kalah kemudian menyeret nama oknum pejabat hingga wabup, butuh pembuktian, karena biasa dilakukan oleh orang-orang untuk menekan panitia (dulu juga kan begitu).

Ketiga, Soal mutasi adalah hal yang wajar dalam dunia ASN, karena saat ini dengan konstalasi birokrasi yang kian kompleks, apalagi saat ini dana banyak dalam jumlah besar di desa dan kecamatan, maka butuh SDM perencana. SDM tehnis lain untuk memback up dan juga melatih pegawai yang ada di tingkat bawah. Keempat, Jika kemudian proses tender ini dianggap janggal, ada jalur yang diatur dalam UU dan ketentuan lain melalui proses sanggah hingga LKPP. Jika ditemukan pelanggaran biasa dilanjutkan ke proses hukum.

Sofyan pun melalui akun facabooknya mengatakan, pemerintahan Nelson-Fadli telah berkomitmen untuk melakukan penataan aparat yang dimulai dari tingkat bawah guna mendorong pencapaian Program Nafas Cita. Mantan Wartawan dari beberapa media di Gorontalo ini menambahkan, mengenai sogok menyogok  harus dibuktikan agar tidak menjadi fitnah.

“Mengenai issu campur tangan oknum pejabat DPRD dan Wabup, harusnya yang menang orang yang mengaku dekat dengan pejabat itu, nyatanya kan tidak. Saya kira hal yang kecil jangan dibesar-besarkan, dan hal yang besar jangan dikecil-kecilkan,” papar Sofyan yang akrab disapa Sanana ini di akun facebooknya. ** (Min/017)

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Juni 22, 2016 23:15
Write a comment

14 Comments

  1. Hapusan Juni 25, 17:18

    Saya tidak bermimpi ibu ririn. Saya tau persis ibu ririn. Memang kalau ibu ririn minta di cek pastilah semua org tdk akan mengaku. Krn ibu ririn itu pake org lain bukan ibu sendiri. Dan yg meloloskan di panitia kan iparnya bu ririn sendiri. Jadi yg masuk ke ibu ririn itu duitnya. Jadi tdk usah terlalu membela diri, sudah keliatan bu ririn. Terima aja kenyataan krn sdh seperti itulah…mungkin klo TYSP menang lain lagi situasinya. Jadi di trima aja ya bu ririn…hahahhahahaha😂😂😂😂😂😂😂😂

  2. Anonim Juni 25, 12:42

    oh berarti mungkin ibu ririn ini bo mo minta proyek stow kank

  3. Anonim Juni 24, 15:06

    T hapusan ini tantu bo msh ba mimpi.. Justru t bu ririn tdk ikut2an tender.. N justru yg tdk menang itu org yg ngaku suruhan aleg dan wabub. Karena drg tdk menang makax drg mutasi ini ketua pokja. jadi klo masih ba mimpi jgn dulu bakomen wkwkwk

  4. Forry Juni 24, 15:03

    T hapusan ini tantu bo msh ba mimpi.. Justru t bu ririn tdk ikut2an tender.. N justru yg tdk menang itu org yg ngaku suruhan aleg dan wabub. Karena drg tdk menang makax drg mutasi ini ketua pokja. jadi klo masih ba mimpi jgn dulu bakomen wkwkwk

    • Anonim Juni 25, 12:45

      kalau memang paket itu milik pa wabup,mana mungkin tidak menang.pak toni saja selama menjabat kemarin samua proyek diambilnya

  5. Anonim Juni 23, 20:24

    kalo saya bkn masalah dia pendukung Ts atau bukan. kalo memang sesuai prosedur knp org lain jadi tumbal.

  6. Hapusan Juni 23, 13:52

    Sangat setuju saya dengan komentr dri jubir sofyan ishak..dan untuk Ibu ririn yang terhormat. Kami tau ibu ririn ini fanatisme toni yunus krn ibu ririn teman akrabnya ibu veni anwar dan sering ngatur proyek mash jamannya david_tonny kan. Jadi ibu ririn tdk usah terlalu banyak memperlihatkan kegalauannya apalagi ada salah satu dari pokja ULP merupakan adik ipar ibu ririn itu sendiri yg namanya Herman Khaly..jadi tdk usah terlalu lebay. Kalau memng kalah tender ya trima kenyataan aja..gak usah sampai berkoar koar di medsos, yg ada ketahuan aslinya. Hahahahahaha

    • Anonim Juni 24, 15:11

      T hapusan ini tantu bo msh ba mimpi.. Justru t bu ririn tdk ikut2an tender.. N justru yg tdk menang itu org yg ngaku suruhan aleg dan wabub. Karena drg tdk menang makax drg mutasi ini ketua pokja. jadi klo masih ba mimpi jgn dulu bakomen wkwkwk

  7. Kaskado Juni 23, 10:33

    Sudahlah bu ririn…kemaren saat pak toni wakil bupati malah seperti itu juga…tdk usah terlalu lebay…klo memang kalah tender ya kalah saja..saat pak toni mash wabup kan bu ririn ngatur2 proyek bersama istrinya toni yunus kan…jadi skr mogandiyapo….

  8. ki Juni 23, 10:33

    Sekedar saran: agar lebih akurat infonya, sumber berita harusnya dari hasil konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan. Jgn sekedar postingan fb dijadikan bahan pemberitaan, mohon tunjukkan profesionalisme.

  9. Anonim Juni 23, 05:25

    ririn bobihoe ini adalah pendukung TS keras pilbup kemarin,wajar saja dia menimbulkan isu yg menjatuhkan Kepemimpinan Nafas.

  10. Anonim Juni 22, 23:56

    Kami kecewa dengan kepemimpinan Prof. Nelson Pomalingo. Mana janjimu pada saat kampanye?

Only registered users can comment.