Calon Walikota Gorontalo Diusung PPP Ditentukan Suharso Monoarfa?

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Oktober 12, 2017 02:45

Calon Walikota Gorontalo Diusung PPP Ditentukan Suharso Monoarfa?

MCB.Com (Kota Gorontalo) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Gorontalo telah selesai melaksanakan pendaftaran bakal calon walikota dan wakil walikota tahun 2018. Penjaringan tersebut dilaksanakan dari tanggal 3-10 Oktober 2017.

Adapun bakal calon walikota yang mendaftarkan diri di PPP Kota Gorontalo adalah, Rum Pagau, Adhan Dambea, dan Marten Taha. Sedangkan bakal calon wakil walikota; Rusli Monoarfa, Rian Kono, dan Mohamad Rivai Bukusu.

Namun beberapa kalangan meragukan mekanisme penjaringan yang dilaksanakan oleh DPC PPP Kota Gorontalo. Disinyalir penjaringan itu hanya sebatas untuk mencari perhatian publik dan ‘akal-akalan’.

Stigma yang berkembang  diberbagai tempat—termasuk obrolan di warung kopi, akhir penentu dari semua bakal calon tersebut ditentukan oleh Suharso Monoarfa (SUMO) yang nota bene-nya salah satu pengurus DPP PPP.

Stigma ini mungkin ada benarnya, sebab pengalaman pada periode sebelumnya, terakhir penetuan calon diputuskan oleh Suharso Monoarfa. Padahal PPP sudah menggelar penjaringan bakal calon seperti yang dilaksanakan saat ini.

Contoh kongkrit, Gusnar Ismail. Pada tahun 2011, DPP PPP telah merekomendasikan Gusnar Ismail sebagai Calon Gubernur. Bahkan Wakil Ketua Umum DPP PPP, Chozin Chumaidy telah mendeklarasikan Gusnar Ismail sebagai calon gubernur di Gedung Misfalah.

Apa yang terjadi kemudian? Setelah hasil kepengurusan DPW PPP Provinsi Gorontalo dari Sofyan Puhi beralih ke Muhalim Litty, skenario berubah. Tadinya rekomendasi PPP diberikan kepada pasangan Gusnar Ismail-Tonny Uloli, malah berubah dan beralih kepada pasangan Rusli Habibie-Idris Rahim.

Belum lagi pemilihan walikota dan wakil walikota Gorontalo 2008. AW Talib dipaksa Suharso Monoarfa agar diusung oleh PPP. Kala itu, Ketua DPC PPP Kota Gorontalo, Fikram AZ Salilama.

Singkat cerita, kepengurusan DPC PPP Kota Gorontalo dibekukan dan diangkat pengurus Caretaker DPC PPP Kota Gorontalo, Tedi SK Neu dan Ahmad Monoarfa. Kemudian Fikram Salilama dan Abdullatif Yunus akhirnya dipecat dari partai.

Cerita panjang ini dikonfirmasi MCB.Com kepada Ketua DPW PPP Provinsi Gorontalo, Nelson Pomalingo, Rabu (11/10) di Rumah Dinas Bupati. Menurut Nelson, DPP PPP telah menyerahkan sepenuhnya kepada DPW untuk penentuan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Gorontalo. Demikian pula untuk Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Gorontalo Utara.

“Jadi semua sudah diserahkan kepada kami, sebab kami yang lebih mengetahui kondisi di daerah. Kamipun sudah melakukan koordinasi dengan Pak Suharso selaku pengurus DPP PPP. Intinya beliau menyerahkan sepenuhnya kepada kami. Tidak ada lagi intervensi seperti kejadian beberapa waktu lalu,” terang Nelson.

Nah, hasil penjaringan yang dilakukan oleh DPC PPP Kota Gorontalo maupun DPC PPP Kabupaten Gorontalo Utara, akan digodok kembali di DPW PPP Provinsi Gorontalo. Kata Nelson, semua bakal calon dari hasil penjaringan tersebut akan dilakukan fit and proper test.

Deklarator pembentukan Provinsi Gorontalo ini menjelaskan, setelah fit and proper test, DPW PPP Provinsi Gorontalo akan memberikan pembobotan, diantaranya; hasil survei, komitmen terhadap partai, dan lain sebagainya. “Pada akhirnya, setiap bakal calon akan menandatangani nota kesepakatan dengan PPP,” tandasnya.* (01/02-Olu)

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Oktober 12, 2017 02:45
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment

Only registered users can comment.