Islam Indonesia Diakui Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa November 22, 2017 00:09

Islam Indonesia Diakui Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan

MCB.Com (Jakarta) – Ketua Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan, Mohammad Karim Khalili mengaku sangat senang jika Indonesia dapat berperan menyelesaikan konflik di Afghanistan, karena dirinya menganggap Islam di Indonesia adalah Islam yang moderat.

Hal tersebut disampaikan Mohammad Karim Khalili di Istana Kepresidenan Bogor. Ia mengharapkan peranan Indonesia dalam menengahi konflik yang terjadi di Afghanistan.

Mohammad Karim Khalili datang dengan  membawa 39 orang delegasi. Iapun mengaku sangat bangga berada di Indonesia.

“Kami menyadari pentingnya peranan ulama Indonesia. Kami sangat berharap Indonesia dapat membantu kami mencapai perdamaian dan stabilitas di Afghanistan. Dan kami sangat senang permintaan kami diterima serta menantikan peran Indonesia untuk mempercepat proses perdamaian di Afghanistan,” tutur Khalili.

Selain membantu proses perdamaian di Afghanistan, Khalili mengakui bahwa pengalaman Indonesia dalam mewujudkan toleransi antar suku, budaya dan agama sangat penting. “Pengalaman Indonesia ini sangat penting bagi negara kami dan akan menerapkannya,” ucap Khalili.

Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan dijadwakan juga akan berdialog dengan  Majelis Ulama Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, dan berkunjung ke Istiqlal, pondok pesantren dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam pertemuan tersebut Khalili menyampaikan, Indonesia adalah sebuah contoh penerapan Islam yang benar. “Mereka ingin sharing dan belajar banyak mengenai Islam moderat di Indonesia,” kata Joko Widodo.

Presiden Jokowi menuturkan, akan segera mengundang ulama-ulama Afghanistan, Pakistan dan negara lainnya sebagai langkah awal proses perdamaian. “Kemudian juga bersama-sama dengan ulama di Indonesia untuk bersama-sama mencarikan solusi bagi saudara-saudara kita yang ada di Afghanistan,” ujar presiden.

Menurut Presiden Jokowi, Indonesia dianggapa netral dan tidak memiliki kepentingan. “Jadi antusias yang disampaikan oleh beliau akan kita sambut baik dan saya tadi juga menyampaikan segera akan menyusun jadwal secepatnya nanti,” jelas presiden.

Adapun kunjungan Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani yang berlangsung April 2017.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir.

Usai pertemuan di Istana Kepresidenan Bogor, Presiden kemudian menjamu delegasi Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan di sebuah kafe di kawasan Kebun Raya Bogor.* (01- Bey Machmudin)

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa November 22, 2017 00:09
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment

Only registered users can comment.