Masa Ber-zihad Minta Rauf Ali Keluar dari Bawaslu Gorontalo

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Oktober 4, 2016 01:52

Masa Ber-zihad Minta Rauf Ali Keluar dari Bawaslu Gorontalo

MCB.COM (Gorontalo) – Trauma pencoretan olek KPU Kota Gorontalo terhadap pasangan Adhan Dambea dan Indrawanto Hasan pada pemilihan walikota 2013 lalu, masih membekas pada pendukung militan  Adhan Dambea. Pencoretan kala itu, disebabkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Panwas Kota Gorontalo, yang dipimpin Rauf Ali.

Kini Rauf Ali, telah menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Teknis Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu di Bawaslu Provinsi Gorontalo. Seketika, sekitar pukul 19.30 Wita (3/10) tiba-tiba saja puluhan pendukung Ber-zihad mendatangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Gorontalo yang meminta agar Rauf Ali dikeluarkan dari institusi pengawas pemilu tersebut.

Pasalnya, pendukung Adhan Dambea menduga bahwa keberadaan Rauf Ali di bawaslu, terlalu mengintervensi dan mempengaruhi bawaslu dalam mengambil keputusan. Informasi yang diperoleh MCB.COM, bahwa kedatangan masa Ber-zihad itu berkaitan dengan verifikasi ijazah Adhan Dambea yang dilakukan oleh KPU dan Bawaslu Gorontalo di Manado.

Terinformasi pula, bawaslu malam itu akan melakukan rapat pleno untuk mencoret Adhan Dambea sebagai calon wakil gubernur Zainudin Hasan. Mendengar informasi itu, kontan pendukung militansi mantan walikota satu periode tersebut mendatangi kantor bawaslu.

Bahkan mereka sempat masuk ke dalam kantor bawaslu, mencari keberadaan Rauf Ali yang mereka duga masih berada di dalam kantor. Namun mantan ketua panwas Kota Gorontalo itu tidak ditemukan dalam ruangan.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Rony Yulianto mengatakan, setelah mendapatkan informasi adanya masa yang mendatangi bawaslu, pihak polres langsung menerjunkan personil yang berada di lapangan yang juga dibantu Dandim 1304 Gorontalo bersama jajarannya.

“Syukur Alhamdulillah tindakan kepolisian yang sangat responsif setelah beroleh informasi,  mengamankan bawaslu yang juga dibantu oleh Pak Dandim 1304 Gorontalo bergabung dengan jajarannya, langsung menetralisir di kantor bawaslu,” ujar Rony Yulianto kepada wartawan.

Menurut Rony Yulianto, mulai malam itu juga (3/10) kepolisian Polres Gorontalo Kota yang akan di back-up personil Kodim 1304 Gorontalo akan menjaga kantor Bawaslu Provinsi Gorontalo dalam rangka peningkatan keamanan.

Disisi lain, Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo—Siti Haslinda Said yang dihubungi MCB.COM secara terpisah menjelaskan, adanya dugaan intervesi Rauf Ali terhadap keputusan bawaslu, dibantah Haslinda. “Kami akan bekerja profesional sesuai aturan yang berlalu. Tidak ada yang bisa menginterfensi kami,” tegas Haslinda Said.

Sementara itu, Rauf Ali yang berusaha dihubungi via telphon selulernya, tidak mau menjawab. Bahkan MCB.COM mengirimkan pesan singkat, Rauf Ali tidak mau menjawabnya. (MCB.02)

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Oktober 4, 2016 01:52
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment

Only registered users can comment.