Menaggapi Soal Polisi Tidur Menyalahi Aturan

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Oktober 13, 2017 00:49

Menaggapi Soal Polisi Tidur Menyalahi Aturan

MCB.Com (Kota Gorontalo) – Markah kejut atau biasa disebut polisi tidur sering ditemui di titik jalan keramaian. Misalnya, di depan sekolah, Masjid, dan perkantoran. Terlepas dari merebaknya polisi tidur di Kota Gorontalo, dinilai mengganggu para pengendara bermotor.

Contohnya, di Jalan Gelatik, Kelurahan Heledulaa, Kecamatan Kota Timur. Polisi tidur yang berada di depan Masjid seputran kampus IAIN, justru terbilang over alis kebanyakan. Terdapat 8 polisi tidur.

Letak ketinggian dan jaraknya polisi tidur, ditentukan oleh pihak terkait. Namun masih saja ditemui di Kota Gorontalo polisi tidur yang over. Pembuatannya hanya berdasarkan inisiatif masyarakat, tanpa pemberitahuan kepada pihak terkait—Dinas Perhubungan.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, Dinas Perhubungan Kota Gorontalo Rahmanto Idji saat dikonfirmasi menjelaskan, untuk polisi tidur itu ada ukurannya. Ketinggiannya 3 cm dengan lebar disesuaikan standarlisasi, yakni 25 cm.

Kemudian kata Rahmanto, jaraknya dari yang satu ke yang satunya lagi, 30 cm. Misalnya, terdapat 8 polisi tidur, minimal dibagi empat dengan ketentuan jarak maksimalnya 50 m yang disesuaikan dengan kelandaian jalan.

Namun dalam pembuatan polisi tidur, Rahmanto menjelaskan, terlebih dahulu harus ada pemberitahuan kepada pihak terkait. “Apabila dikemudian hari didapat maka pihak terkait akan menyurati kelurahan setempat atas pembuatan polisi tidur tersebut,” jelasnya.

Hasil pantauan awak media di lokasi, memang terdapat 8 polisi tidur dengan jarak yang berdekatan. Sebagain pengendara sempat kelabakan melihat posisi polisi tidur yang sangat berdekatan dan terbilang tinggi. Terpaksa pengendara harus menginjak rem mendadak untuk menjaga jangan sampai terjadi kecelakaan.

“ Ya, memang polisi tidur ini sangat membantu. Selain mengurangi angka kecelakaan juga tepatnya di depan mesjid. Jadi mungkin polisi tidur ini sudah tepat untuk mengurangi kecepatan karena seputaran jalan ini juga cukup ramai,” ujar Pepi warga sekitar.

Keluhan yang sama diungkapkan Alex—salah satu pengemudi bentor. Ia mempersoalkan ketinggian dan banyaknya polisi tidur. “ Kadang-kadang torang pengemudi bentor kalau ada penumpang susah. Kadang penumpang jaga komplen, karena bentor kalau mo lewat di sini jaga ba lompa-lompa,” ujar Alex. * (01/02/17)

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Oktober 13, 2017 00:49
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment

Only registered users can comment.