Pemkot Gorontalo  Akan Gelar Lomba RTH Dan Adipura Tingkat Kelurahan

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Oktober 6, 2017 02:41

Pemkot Gorontalo  Akan Gelar Lomba RTH Dan Adipura Tingkat Kelurahan

MCB.Com (Kota Korontalo) – Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Lingkungan Hidup akan menggelar lomba Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Adipura tingkat kelurahan. Kegitan ini dilaksanakan dalam rangka persiapan menghadapi pemantauan dan penilaian terhadap lingkungan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan.

Walikota Gorontalo, Marten Taha pada acara sosialisasi lomba RTH dan Adipura mengatakan, penataan kota sangta penting untuk menarik para pengunjung datang di Kota Gorontalo.

“Kita harus menata kota ini dengan sebaik-baiknya, agar orang yang datang ke sini dan juga orang yang tinggal di sini, merasa nyaman, tenteram, melihat kondisi yang rapi, apik, dan asri.  Para pengunjung beroleh kenyamanan selama tinggal atau berada di Kota Gorontalo,” ungkap Marten.

Marten juga berharap kepada masyarakat menjaga kebersihan dan kerapian di Kota Gorontalo. Oleh sebab itu paling penting bagaimana menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Sampah ini ada dua. Pertama, sampah yang dihasilkan oleh masyarakat, dan kedua, sampah masyarakat, yakni orang yang tidak bermoral, banyak berbuat maksiat,” jelas Marten.

Menurut Marten, penilaian Adipura mengetuk kesadaran masyarakat agar tidak membuang samapah sembarangan. Makanya salah satu yang perlu lakukan, bagaimana melibatkan masyarakat dalam proses penilaian RTH dan Adipura.

Masyakat yang tinggal di kelurahan diminta menciptakan masyarakat aman, nyaman, tentram, apik, bersih dan sehat. Lomba Adipura kelurahan bukan semata-mata mendapat piagam dari pemerintah daerah, atau hadiah.

“Bagaimana kita melihat bahwa di kelurahan ini sudah benar-benar diterapkan cara pengelolaan sampah dengan baik. Kesadaran masyarakatnya bagaimana? Bagaimana kelurahan menyediakan tempat sampah yang terpilah,” urai Marten.

Dikatakan, system penilaian tahun 2017 diperketat. Pemkot  melibatkan komponen pencinta lingkungan. Ruang terbuka hijau sudah menjadi persyaratan bagi setiap daerah sesuai dengan undang-undang nomor 26 tahun 2007 tentang penataan ruang yang mengharuskan minimal 30 persen RTH luas wilayah.

Misalnya kata Marten, Kota Gorontalo memliki luas sekitar 79,03 KM persegi. Jadi 30 persennya merupakan Ruang Terbuka Hijau, yang terbagi 20 persen untuk RTH dan 10 persen merupakan privasi publik.

“Kata Marten, Kota Gorontalo sudah membangun RTH untuk umum, yang dananya didapat dari APBD maupun APBN. Ada juga RTH privasi publik yang dibangun oleh kelompok masyarakat tertentu.

“Tapi belum bisa kita harapkan mencapai 30 persen dari jumlah yang dipersyaratkan. Maka oleh karena itu kita harus berupaya memperbanyak RTH, menata taman-taman menjadi sebuah tempat yang nyaman bagi  masyarakat. Seperti yang ada di Taruna Remaja. Itu biaya APBN,” tandasnya.* (01/02/Humas)

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Oktober 6, 2017 02:41
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment

Only registered users can comment.