Prediksi dan Asumsi Potensi Kemenangan Tiga Paslon

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Oktober 28, 2016 06:09

Prediksi dan Asumsi Potensi Kemenangan Tiga Paslon

MCB.COM (Gorontalo) – KPU Provinsi Gorontalo telah menetapkan tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur periode 2017-2022. Ketiga pasangan itu masing-masing; Hana Hasanah-Tonny Yunus (Hati), Rusli Habibie-Idris Rahim (NKRI), dan Zainudin Hasan-Adhan Dambea (Zihad).

Dari berbagai diskusi ‘tidak resmi’ di Warung Kopi (Warkop), Tim MCB.COM berhasil menghimpun berbagai prediksi, asumsi dan potensi kemenangan dari masing-masing pasangan calon. Berikut petikan prediksi dan asumsi potensi kemenangan tiga pasangan calon (Paslon) tersebut:

  1. Hana Hasanah Fadel-Tonny Yunus (Hati).

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur ini diprediksi akan memenangkan pertarungan pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang. Banyak alasan yang yang terungkap dari komentar dan asumsi sejumlah masyarakat. Misalnya saja; Alasan kecantikan Hana Hasanah yang bisa mempengaruhi dan menarik para pemilih untuk menjatuhkan pilihannya ke pasangan nomor urut 1 (satu) ini.

Pengaruh Fadel Muhammad pun menjadi alasan kuat kemenangan pasangan “Hati”. Kepemimpinan Fadel Muhammad pada periode awal hingga periode kedua sebagai gubernur Gorontalo, dinilai oleh sebagian masyarakat cukup berhasil. Program agropolitan yang entry pointnya “jagung” membuat Gorontalo menjadi terkenal.

Baca juga : Zudan Arif Fakrulloh Dilantik Sebagai Plt Gubernur Gorontalo

Bahkan disebut-sebut kemenangan NKRI pada periode sebelumnya, adalah pengaruh Fadel Muhammad.

Disamping itu, Hana Hasanah pada pemilihan calon anggota DPD periode 2014-2019 dari dapil Gorontalo, memperoleh suara terbanyak. Wanita kelahiran 1 September 1969 ini memperoleh 185.079 suara. Cukup signifikan suaranya.

Dukungan Tonny Yunus pun dianggap akan mendongkrak suara pasangan ini. Pemilihan bupati dan wakil bupati di Kabupaten Gorontalo 2015 lalu masih membekas di hati masyarakat. Loyalis pasangan Tonny Yunus dan Sofyan Puhi (TS) pada pemilhan kepala daerah di Kabupaten Gorontalo, diprediksi akan tetap menjatuhkan pilihannya ke pasangan “Hati”. Diketahui pasangan TS memperoleh 64.548 suara.

Belum lagi dukungan partai-partai pengusung dan pendukung, sperti; PDI-Perjuangan, PPP, Gerindra, dan PKB. Pastinya, masing-masing partai ini memiliki pendukungnya. Apalagi jika mesin partai bergerak secara terstruktur hingga di tingkat desa dan kelurahan.

  1. Rusli Habibie-Idris Rahim (NKRI)

Rusli Habibie banyak yang menilai sebagai petarung ulung. Pilkada Gorontalo Utara periode 2008-2013 misalnya, ia mampu ‘menumbangkan’ Sang Deklarator Gorontalo Utara—Thariq Modanggu. Padahal pasangan Thariq Modanggu dan Djafar Ismail kala itu diyakini akan memenangkan pertarungan tersebut. Namun demikian kenyataannya, pasangan Rusli Habibie dan Indra Yasin justru memperoleh 23.108 suara, sedangkan pasangan Thariq Modanggu dan Djafar Ismail memperoleh 23.047 suara. Cukup tipis memang, hanya terpaut 61 suara.

Demikian pula dengan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Gorontalo periode 2011-2016. Pasangan Rusli Habibie dan Idris Rahim (NKRI) kala itu mampu ‘menumbangkan’ pasangan incumbent Gusnar Ismail dan Tony Uloli. Perolehan pasangan Rusli Habibie-Idris Rahim (NKRI) 264.011 suara. Sedangkan pasangan calon Gusnar Ismail-Tonny Uloli, 183.060  suara, dan pasangan David Bobihoe Akib-Nelson Pomalingo 48.104 suara.

Baca juga : Mengenal Raja-raja Gorontalo dalam Hikayat. Anda Keturunan Raja yang Mana?

Kemudian Idris Rahim pun dinilai sebagai sosok birokrat yang santun. Ia dikenal dekat dengan PNS. Tak ada isu kasus yang menerpa mantan sekretaris daerah ini. Senyumnya yang khas dan menawan, membuat orang-orang yang dekat dengan dia, cukup senang.

Tak heran jika pasangan nomor urut 2 (dua) ini diprediksi akan memenangkan pertarungan pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang. Apalagi dari hasil survei, konon kabarnya masih tertinggi—sekitar 72.8 persen.

Dua partai besar, yakni; Partai Golkar dan Partai Demokrat dianggap sebagai partai yang mampu mendongkrat suara NKRI. Apalagi partai Golkar yang diketahui sebagai partai lama dan sangat berpengalaman. Pengaruh Golkar dan Demokrat bisa menggenjot suara NKRI .

  1. Zainudin Hasan-Adhan Dambea (Zihad)

Pria kelahiran Bontotiro, Bulukumba, 7 Maret 1954 ini dikenal masyarakat sebagai figur yang fenomenal. Ia adalah Zainudin Hasan. Periode 2005-2010, ia bertarung pada pilkada Pohuwato  berpasangan dengan Yusuf Giasi melawan pasangan Reyna Usman dan Samsu Qomar Badu.

Tak ada yang menyangka jika pasangan Zainudin Hasan-Yusuf Giasi saat itu bisa menang. Banyak yang memprediksi bahwa pasangan Reyna Usman dan Samsu Qomar Badu akan unggul sebesar 80 persen. Pasalnya, euforia dukungan masyarakat Pohuwato terhadap pasangan Reyna Usman-Samsu Qomar Badu sanggat menggeliat, sedangkan pasangan Zainudin Hasan-Yusuf Giasi hanya adem-adem. Namun apa yang terjadi? Zainudin Hasan-Yusuf Giasi akhirnya menang, mengalahkan pasangan Reyna Usman dan Samsu Qomar Badu.

Kemudian periode 2010-2015, Zainuddin Hasan bertarung lagi pada pilkada di tanah kelahirannya, Kabupaten Bulukumba. ia berpasangan dengan Syamsuddin, melawan calon incumbent—Sukri Sappewali.

Pasangan Zainudin Hasan dan Syamsuddin beroleh 114.036 suara (54,90 persen). Sedangkan Sukri Sappewali-Abd Rasyid Sarehong beroleh 93.669 suara (45,10 persen). Intinya, Zainudin Hasan banyak yang berpendapat sebagai kandidat “Hobi menang”.

Lantas bagaimana dengan Adhan Dambea—calon wakil gubernurnya Zainudin Hasan? Nah.., sosok ini dinilai oleh sebagian masyarakat cukup berpengaruh di Kota Gorontalo. Pengalamannya dalam politik sangat dikagumi dan dianggap luar biasa. Diprediksi hingga kini masih banyak loyalisnya.

Pemilihan walikota Gorontalo 2013 lalu menyimpan sejumlah kesan masyarakat. ia dizalimi oleh lawan politiknya. Alhasil, Adhan Dambea masih banyak pengikutnya. Apalagi saat ini ia menjabat sebagai Ketua DPD Hanura Provinsi Gorontalo.

Dukungan partai-partai pengusung, yakni; PKS, Hanura, dan PAN adalah bagian yang tak terpisahkan dari kemenangan pasangan Zihad.

Pasangan nomor urut 3 (tiga) ini diprediksi akan memenangkan pemilihan gubernur dan wakil gubernur pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang. Bahkan konon kabarnya, Zainudin telah menyiapkan dana ratusan miliyar untuk meraih kemenangan kelak.

Demikian sejumlah asumsi, prediksi, pendapat, dan potensi kemenangan dari ketiga pasangan ini yang berhasil dihimpun Tim Redaksi MCB.COM. Insya Allah kedepan Tim MCB.COM akan mengulas asumsi, prediksi, dan potensi kekalahan dari ketiga pasangan calon. *** (Tim MCB.COM)

Baca juga : Telekomunikasi Kurang Peduli Terhadap Keluhan Pelanggan

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Oktober 28, 2016 06:09
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment

Only registered users can comment.