Beranda Advetorial Rasa Haru Dan Gembira Mewarnai Pengresmian Rumah Layak Huni Oleh Walikota

Rasa Haru Dan Gembira Mewarnai Pengresmian Rumah Layak Huni Oleh Walikota

13

MCB.Com (Kota Gorontalo) – Pasangan suami istri—Raman Ahmad dan Lisna Tolinggi, warga Kelurahan Bulotadaa Barat, Kecamatan Sipatana, merasa senang dan bergembira melihat rumah mereka begitu indah. Mata mereka tampak mulai berkaca-kaca menahan rasa haru ketika melihat Walikota Gorontalo Marten Taha sedang menggunting pita (pengresmian) rumah mereka.

Usai walikota menggunting pita, pasangan suami istri ini langsung bergantian memeluk Marten Taha. Rasanya mereka ingin menangis. Tapi rasa sedih dan haru itu mereka tahan. Mereka lebih banyak diam dan menyaksikan walikota masuk ke dalam rumah bersama sejumlah SKPD, Camat, dan Lurah Bolotadaa Barat untuk melihat kondisi rumah yang telah ditata rapi.

“Terima kasih Pak Wali, terima kasih semuanya yang telah membantu kami sehingga rumah ini bisa terbangun dengan indahnya. Baru kali ini kami mendapatkan perhatian dari pemerintah kota. Kami tidak bisa memberikan apa-apa, terkecuali ucap syukur dan terima kasih kami khaturkan kepada Pak Wali,” ucap Raman Ahmad ketika bincang-bincang dengan MCB.Com.

Jika sebelumnya rumah dari pasangan suami istri yang dianugrahi dua anak ini cukup memprihatinkan. Dindingnya terbuat dari bambu (pitate). Sebagian sudah lubang dan tinggal ditampal dengan sisa-sisa penggalan triplek yang dikumpul dari pekerjaan proyek bangunan.

Walikota Marten Taha ketika mengunjung rumah milik pasangan suami istri–Raman Ahmad dan Lisna Tolinggi.

Maklum, mereka belum ada kelebihan bisa membangun rumah. Untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum sehari-hari saja, tidak cukup. Pasangan suami istri ini hanya buruh pembuat batu bata. Mereka selalu bersyukur atas nikmat dan kesehatan yang diberikan Allah sehingga bisa menghidupi keluarga untuk biaya sehari-hari.

Walikota Marten pun selalu memberikan semangat hidup kepada warganya. Walau rumah yang diresmikan tersebut belum memiliki dapur, Marten berpesan agar dapur itu bisa dibangun pelan-pelan. “Sisa-sisa bongkaran rumah sebelumnya bisa dibuat dapur,” pesan Marten kepada Raman ahmad.* (01/02)