Beranda Gorontalo Siapa Pemilik Mobil Dinas DM 32 D Yang Sering Mangkal di Kos-kosan?

Siapa Pemilik Mobil Dinas DM 32 D Yang Sering Mangkal di Kos-kosan?

5

MCB.Com (Gorontalo) –  Sebuah mobil dinas Merk Inova, warna hitam, DM 32 D tampak beberapa malam ini sering mangkal di kos-kosan. Malam tadi, Kamis (14/3/2019) mobil dinas tersebut baru pulang pagi hari, Jum’at (15/3/2019) sekital pukul 09:30 Wita.  Tak tahu siapa yang pemiliknya.

Jika melihat dari plat nomornya, sudah dapat dipastikan milik Pemda Kabupaten Pohuwato. Ironis memang, mobil yang seharusnya digunakan untuk kepentingan publik, malah digunakan untuk hal-hal yang tidak penting.

Kos-kosan ini beralamat di Kompleks Perum Belle Orasawa, Kelurahan Libu’o, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo. Konon, kos-kosan ini ditempati oleh pasangan mesum. Tak heran mobil dinas tersebut menjadi perhatian warga setempat.

Ketika dikonfirmasi kepada Bupati Kabupaten Pohuwato—Syarif Mbuinga via WhatsApp-nya, tidak beroleh jawaban. Namun masyarakat meminta MCB.Com untuk menanyakan langsung kepada pemiliknya atau melaporkan ke-Bupati Pohuwato.

“Ini tidak boleh mobil dinas digunakan bukan untuk kepentingan kantor. Apalagi hanya digunakan ‘selingkuh’. Ini merusak reputasi pemerintah. Silahkan saja kalau tidak menggunakan fasilitas negara. Itu urusan pribadi masing-masing,” ketus Erik, warga Dungingi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan dan Pengeluaran Daerah, Iskandar Datau menjelaskan, mobil dinas DM 32 D yang dimaksud, milik Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pohuwato yang digunakan oleh kepala dinasnya.

Iskandar menapik kalau yang menggunakan mobil dinas yang sering mangkal di kos-kosan itu adalah rekan kerjanya sesama kepala dinas. Menurut Iskandar, sudah beberapa hari ini Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan berada di luar daerah.

“Saya tau beliau sejak hari Minggu, (10/3/2019) berada di Balik Papan, mengikuti Bimtek. Beliau baru pulang hari ini, Jumat (15/3/2019). Minggu lalu kami pun bersama-sama beliau di Manado. Mungkin saja yang menggunakan mobil itu sopirnya,” terang Iskandar via telephon genggamnya.

Lebih lanjut Iskandar meyakinkan MCB.Com bahwa tidak mungkin Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan berbuat seperti itu. “Saya tau beliau. Dia Ustadz,” pungkasnya. Namun ia berjanji akan menyampaikan peristiwa ini kepada rekannya tersebut.* (01/02/Tim)