Tiga Oknum LSM Merah Putih Dan LP-KPK Diancam Hukuman 9 Tahun Penjara  

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Juli 15, 2017 02:31

Tiga Oknum LSM Merah Putih Dan LP-KPK Diancam Hukuman 9 Tahun Penjara  

MCB.Com (Kota Gorontalo) – Satreskrim Polres Gorontalo Kota berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pemerasan yang dilakukan tiga oknum Pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Oknum LSM tersebut mengaku dari Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) dan LSM Merah Putih.

Oknum LSM berjenis kelamin laki-laki ini melakukan pemerasan terhadap Fransiska Ishak, Kepala Sekolah SDN 43 Kota Gorontalo. Ketiga tersangka mendatangi korban dan menuding korban melakukan pungli terhadap siswa.

Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota, AKP Tumpal Alexander mengungkapkan, ketiga pelaku diamankan dalam operasi tangkap tangan di salah satu restoran di Wilayah Kota Gorontalo. Pelaku diduga melakukan pemerasan terhadap kepala sekolah dengan cara intimidasi.

Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota AKP Tumpal Alexander

Dari hasil operasi tangkap tangan kata Tumpal Alexander,  polisi menyita barang bukti uang tunai dua juta rupiahdan sebuah mobil yang digunakan. Kini tersangka ditahan  di sel tahanan Mapolres Gorontalo Kota untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

“Perbuatan itu terlaksana dengan motif, diduga oleh oknum dari lembaga tertentu ini, menduga bahwa kepala sekolah, dari salah satu sekolah negeri di Kota Gorontalo ini, telah melakukan penipuan terhadap pengurusan ijazah, terhadap siswa di sekolah itu,” ungkap Tumpal Alexander.

Menurut Tumpal Alexander, ketiga tersangka akan dijerat dengan sanksi pidana pemerasan disertai pengancaman dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Penyidik Reskrim Polres Gorontalo Kota masih melakukan penyelidikan guna mengusut tindak kejahatan yang melibatkan para pelaku.

Ketua Umum LP-KPK Pusat Andi Aro (Foto:facebook)

Sementara itu Ketua Umum LP-KPK Pusat Andi Aro ketika dikonfirmasi MCB.Com memilih irit bicara. “Saya juga sudah dapat info dari yang bersangkutan. Saya cooling down dulu masalah ini, untuk mengambil langkah selanjutnya.

Namun Andi Aro belum mengambil langkah pemecatan terhadap anggotanya yang diduga telah melakukan pemerasan. Berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga kata Andi, Surat Keputusan (SK) kepengurusan akan dicabut jika tersangka sudah memperoleh kekuatan hukum tetap dari pengadilan.

“Kita kasih semangat kepada yang bersangkutan untuk tabah dan tawakal. Dan otomatis bantuan hukum tetap ada. Sekarang pengacara kita, Ibu Masra Puhi sudah turun melakukan pendampingan,” tandas Andi Aro.* (01/02/Ferd)

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Juli 15, 2017 02:31
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment

Only registered users can comment.