7 Fraksi Di DPRD Kota Gorontalo Terima Ranperda Perubahan APBD 2017

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa September 7, 2017 00:56

7 Fraksi Di DPRD Kota Gorontalo Terima Ranperda Perubahan APBD 2017

MCB.COM (Kota Gorontalo) – Walikota Gorontalo menghadiri Rapat Paripurna Tk. I (LAnjutan) DPRD Kota Gorontalo dalam rangka penyampaian pemandangan umum fraksi serta jawaban/penjelasan Walikota Gorontalo atas pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang perubahan APBD Kota Gorontalo tahun anggaran 2017, Rabu (6/9) di Aula I Kantor Dewan Kota.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Gorontalo tersebut, dihadiri oleh anggota DPRD, Staf Ahli Walikota, Asistan, Pimpinan SKPD, camat serta lurah se-Kota Gorontalo. Tujuh fraksi di DPRD tersebut menerima Ranperda tentang perubahan APBD Kota Gorontal tahun anggaran 2017.

Walikota Gorontalo, Marten Taha dalam wawancaranya mengatakan, APBD perubahan tersebut dialokasikan dalam rangkah untuk memaksimalkan maupun mengoptimakan program yang belum terselesaikan pada tahun 2017.

Walikota Gorontalo Marten Taha.

Ketua DPD II Partai Golkar Kota Gorontalo ini mengatakan, APBD  perubahan tersebut pada dasarnya lebih besar dari APBD sebelumnya, baik dari sisi pendapatan maupun belanja. “Kalau kemarin hanya sebesar 958 miliar, sekarang sudah 1 trilyun 11 miliar. Ada kenaikan kurang lebih hampir 4 persen,” jelasnya.

Dikatakan, tingkat kemandirian makin tinggi dibandingkan APBD induk tahun 2017. “Ditengah keterbatasan anggaran, dipotong DAU kita, DAK kita juga dikurang. Namun kita masih mampu mengoptimalkan, terutama PAD, PAD itu dari 206 miliar menjadi 235 miliar. Artinya, tingkat kemandirian kita lebih tinggi dari APBD 2017,” paparnya.

Kendala yang dipermasalahkan DPRD kota saat ini kata Marten, terkait tingkat penyerapan anggaran. Ia menjelaskan, pada bulan September 2017, penyerapan anggaran sudah mencapai kurang lebih 63 persen. Ditargetkan, akhir September 2017 ini penyerapan anggaran di seluruh SKPD sudah harus mencapai minimal 75 persen.

“Kalau tingkat penyerapan anggaran rendah, pasti akan dinilai oleh pemerintah pusat. DAU kita juga akan dikurangi. Kita dinilai tidak mampu untuk menjalankan seperti pada tahun kemarin. Kita bisa membelanjakan kurang lebih 98 persen. Dan tentunya kita juga berharap tahun 2017 ini 96 sampai 98 persen, yang sisanya itu mungkin merupakan pengehematan anggaran kita,” tandasnya.* (01/02-Bayu)

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa September 7, 2017 00:56
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment

Only registered users can comment.