Cegah Penyimpangan Bantuan Sosial, Pemprov Gorontalo Verifikasi Warga Miskin

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Agustus 15, 2018 21:11

Cegah Penyimpangan Bantuan Sosial, Pemprov Gorontalo Verifikasi Warga Miskin

MCB.Com (Gorontalo) – Guna mencegah terjadinya penyimpangan bantuan sosial yang tidak tepat sasaran, pemerintah Provinsi Gorontalo melakukan verifikasi data para penerima bantuan. Tujuannya adalah untuk memperoleh data yang akurat dan tidak tumpang tindih.

Demikiaan disampaikan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie pada acara verifikasi secara simbolis di Kelurahan  Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo. Verifikasi dilakukan dengan memberi tanda kuning—kode centang kepada yang benar-benar telah menerima bantuan.

Alasan Rusli, pihaknya menemukan terjadinya tumpang tindih penyerahan bantuan kepada masyarakat miskin. Akibatnya, target untuk menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo sangat lambat.

Kata Rusli, kadang kala pemerintah kabupaten/kota telah memberikan bantuan kepada masyarakat miskin, namun oleh pemerintah provinsi masih diberikan lagi. “Nah, disitulah salah satu factor terlambatnya turunnya angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo,” terangnya.

Menurut Rusli, seluruh bantuan akan diverifikasi, baik yang berasal dari APBN maupun APBD. Adapun bantuan tersebut berupa: Program Keluarga Harapan (PKH), Program Beras Sejahtera (Rastra), Bantuan Pangan Non Tunai Pusat (BPNT-P), Bantuan Pangan Nono Tunai Daerah (BPNT-D), Rumah Layak Huni (Mahyani), pemasangan listrik gratis, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan masih ada lagi bantuan lainnya, seperti; pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan.

Rusli juga sempat menerima keluhan dari masyarakat, dimana ketika proposal telah disusun oleh masyarakat atas permintaan kepala desa atau lurah, malah yang menerima bantuan bukan lagi yang menyusun proposal—sudah diganti orang lain. “Saya minta yang menerima bantuan memang benar-benar masyarakat kurang mampu,” ungkapnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo menyebutkan, untuk September 2017 masyarakat miskin sebesar 200,91 ribu jiwa, sedangkan Maret 2018, berjumlah 198,51 ribu jiwa. Artinya, periode September 2017-Maret 2018 hanya turun 2,4 ribu jiwa.

Meskipun terjadi penurunan terhadap angka kemiskinan, namun dinilai tidak signifikan jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain. Gorontalo termasuk tertinggi angka kemiskinannya di wilayah Sulawesi. (01/03)

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Agustus 15, 2018 21:11
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment

Only registered users can comment.