Beranda Gorontalo FPPG Nilai Kasus Bansos Bone Bolango Dipolitisir

FPPG Nilai Kasus Bansos Bone Bolango Dipolitisir

8

MediaCerdasBangsa.Com (Gorontalo) – Kasus Bansos Bone Bolango yang melibatkan Bupati Hamim Pou dinilai sudah masuk ranah politik dan digunakan oleh orang-orang tententu untuk kepentingan kelompoknya. Makanya  LSM Front Pemuda Peduli Gorontalo (FPPG) protes, sebab telah keluar dari yang sebenarnya.

Hal tersebut disampaikan Ketua LSM FPPG, Wawan Iyou kepeda mediacerdasbangsa.com. Memang kata Wawan, sebelumnya FPPG turut serta menanda tangani surat pengaduan ke Kejaksaan Agung bersama LSM Jamper. Sayangnya laporan tersebut dinilai telah terjadi rekayasa dan pemalsuan tanda tangan atas nama masyarakat Bone Bolango.

Nah, LSM FPPG sebagai lembaga independen kata Wawan, menyampaikan klarifikasi atas laporannya ke Kejaksaan Agung sekaligus menganulir atas laporannya itu. Ia menilai bahwa kasus Bansos Bone Bolango ini telah diboncengi oleh kepentingan politik. Bahkan FPPG meminta kepada Kejaksaan Agung untuk tidak menanggapi laporan LSM Jamper.

“Saya telah menemui Jaksa agung HM Prasetyo di Kantor Kejaksaan Agung Jakarta pada Hari Jum’at (22/7) pukul 11.00 Wib. Saya pun telah mengklarifikasi dan mencabut laporan tersebut yang saya nilai telah direkayasa,” papar Wawan.

Menurut Wawan, selain mencabut laporannya, ia pun meminta agar Kejaksaan Agung tidak menaggapi laporan LSM Jamper yang lebih banyak mengandung unsur adu domba dan telah ditunggangi kepentingan politik.

 “Sejak awal saya sudah menaruh curiga atas gerakan LSM JAMPER, sebab selain telah memalsukan sejumlah tanda tangan, juga gerakan ini turut disponsori oleh beberapa oknum yang ingin menjatuhkan Bupati Bone Bolango. Kami telah mengantongi bukti-bukti yang mengindikasikan keterlibatan pihak-pihak tertentu yang telah memperdaya hukum atas motif politik,” tandas Wawan. (MCB/01/02)