Beranda Gorontalo Kadis Perikanan Dan Kelautan Langsung Klarifikasi Soal Mobil Dinas DM 32 D...

Kadis Perikanan Dan Kelautan Langsung Klarifikasi Soal Mobil Dinas DM 32 D Yang Mangkal di Kos-kosan

19

MCB.Com (Gorontalo) –  Ternyata pemberitaan soal mobil dinas DM 32 D yang mangkal di kos-kosan, mendapat respon positif dari Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga. Bupati yang sementara menjabat kali kedua ini langsung menghubungi Sekretaris Daerah (Sekda), John Nento. Ia minta kepada Sekda agar segera mengecek mobil dinas yang mangkal di kos-kosan seperti dilansir MCB.Com.

Beberapa jam kemudian, Jum’at (15/3/2019) sekitar pukul 21:35 Wita, Kadis Perikanan dan Kelautan, Kabupaten Pohuwato, Amrin Umar menelephon Pimpinan Redaksi MCB.Com. Ia mengaku benar mobil dinas DM 32 D berada di kos-kosan.

“Kebetulan istri sopir saya menginap dan tinggal di kos-kosan tersebut.  Nah, sambil menunggu untuk menjemput saya esok harinya di Bandara (Djalaludin), Jum’at (15/3/2019), sopir saya harus tidur bersama istrinya. Saya kira tidak salah mobil dinas tersebut mangkal di kos itu. Kan…,  ia tinggal bersama istrinya,” kilah Amrin.

Meski sebelumnya Amrin sedikit protes atas pemberitaan di posting MCB.Com, namun ia bersyukur ada kontrol sosial dari media. Bagi Amrin, ia tak pernah mengganti plat nomor mobil dinasnya dengan plat nomor warna hitam.

“Saya katakan kepada sopir saya agar jangan mengganti plat nomor dengan plat nomor warna hitam. Biarkan begitu, supaya bisa dikontrol,” ungkap pria yang biasa dipanggil Ustadz oleh rekan-rekannya.

Bahkan Amrin mengaku telah menelephon Bupati Syarif Mbuinga untuk mengklarifikasi soal mobil dinas yang sudah heboh di lingkungan kerjanya. Pengakuan Amrin, sebenarnya Bupati Syarif melarangnya untuk memberikan keterangan kepada redaksi soal mobil dinas tersebut, namun perintah atasannya tak digubrisnya.

Alasan Amrin, hal ini sebagai bentuk tanggung jawab moralnya terhadap publik. Ia tak mau mobil dinas yang digunakannya selama ini menjadi konsumsi publik. “Mobil tersebut saya jaga dan saya rawat trus. Justru mobil pribadi saya kurang saya perhatikan. Makanya istri saya sering protes,” tutur Amrin.

Amrin pun mengaku kaget juga atas pemberitaan yang sampai tembus ke bupati. Setahu dia, sopirnya tinggal di perumahan, bukan di kos-kosan. “Makanya saya telephon sopir saya. Eh, so tidor dimana ngana ini tadi malam? Pak Sekda so telphon pa kita,” ungkap Amrin.

Lantas sopirnya mengaku tidor di kos-kosan bersama istrinya. Makanya Amrin berpesan kepada sopirnya agar hati-hati sekarang ini. Kadang, meski tak berbuat apa-apa, justru muncul cerita yang bukan-bukan.

“Jujur saya tetap menjaga nama baik keluarga. Saya setuju media, LSM, siapa saja melakukan kontrol. Jangan jadi pejabat kalau tidak mau dikritik,” tandasnya.* (01/02)