Beranda Gorontalo Kedua Kalinya, Pemkab Gorontalo Terima Anugerah Pandu Negeri 2019

Kedua Kalinya, Pemkab Gorontalo Terima Anugerah Pandu Negeri 2019

8

MCB.COM (Limboto) ,- Terobosan dan kinerja Pemerintah Kabupaten Gorontalo , terus mendapat sorotan dan penilaian dari pemerintah dan berbagai lembaga di pusat. Bahkan pada umumnya, keberhasilan Pemkab Gorontalo itu, diganjar penghargaan.

Pasalnya, untuk kedua kalinya, Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gorontalo, menerima penghargaan Anugerah Pandu Negeri (APN) 2019.

Penghargaan tersebut diserahkan Ketua Indonesian Institute Publik Governance (IIPG) Sigit Pramono di Auditorium Binakarna, Hotel Bidakara Grand Pancoran, Jakarta, Jumat (25/10). Penghargaan pada klaster kesehatan tersebut diterima Sekertaris Daerah Ir. Hadijah U Tayeb, MM, mewakili Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo.

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan,Penghargaan Pandu Negeri ini penilaiannya sangat ketat dan dilakukan oleh lembaga yang benar-benar  independet,”Alhamdulilah di tahun 2019, Untuk kedua kalinya Pemerintah Kabupaten Gorontalo meraih Anugrah Pandu Negeri tersebut,” Kata Bupati Nelson

Nelson Pomalingo menuturkan, tahun 2018 Penghargaan Pandu Negeri untuk pemerintah Kabupaten Gorontalo pada klaster sisitim Pengelolah Pemerintah yang baik. “Tahun 2019, pada penilaian klaster bidang kesehatan yaitu melalui program penanganan stunting,” Beber Nelson.

Kenapa Stunting ? Nelson menjelaskan, karena Pemerintah Kabupaten Gorontalo merupakan daerah Pilot Project soal penanganan penurunan stunting. “Kita sukses di bidang itu, hal ini dibuktikan, Ibu menteri kesehatan tahun lalu memboyong semua media Nasional dan sudah ada beberapara daerah di negeri ini untuk melakukan studi tiru terkait hal stunting,bahkan saya sudah kurang lebih 5 kali menjadi pembicara di tingkat nasional soal stunting tersebut,” Urai Nelson.

Seperti diketahui, Pandu Negeri itu, pak Boediono sebagai penasehatnya, dan mereka disana ahli-ahli pemerintahan. “Kita bergembira, terus diakui, dihargai dari luar oleh orang-orang indepent dan juga penilaian pemerintah pusat,” Tukas Nelson (Olu/Humas)