Wagub Idris Rahim Beberkan Capaian Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2017

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Juni 5, 2018 22:49

Wagub Idris Rahim Beberkan Capaian Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2017

MCB.Com (Gorontalo) –  Wakil Gubernur Idris Rahim pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo ke-168 dalam rangka pembicaraan tingkat I terhadap Ranperda tentang pertanggungjawaban APBD Provinsi Gorontalo tahun anggaran 2017, membeberkan berbagai capaian yang dilaksanakan oleh pemerintah Provinsi Gorontalo.

Idris menguraikan, secara umum Ranperda pertanggungjawaban  pelaksanaan APBD tahun 2017 menyajikan informasi sebagai berikut; realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2017 mencapai 1 triliun 773 miliar rupiah atau 97,69 %, dari target pendapatan sebesar 1 triliun 814 miliar rupiah.

Realisasi pendapatan daerah tersebut bersumber dari: Pertama, PAD sebesar 348 miliar rupiah atau 96,33 % dari target sebesar 361 miliar rupiah. Kedua, pendapatan transfer sebesar 1 triliun 424 miliar rupiah atau 98,03 % dari target sebesar 1 triliun 452 miliar rupiah. Ketiga, lain-lain pendapatan yang sah sebesar 515 juta rupiah atau 103,07 % dari target sebesar 500 juta rupiah.

Sedangkan belanja daerah kata Idris, realisasinya sebesar 1 triliun 595 miliar rupiah atau 91,49 % dari total anggaran sebesar 1 triliun 744 miliar rupiah. Realisasi belanja daerah tersebut terdiri dari:

  1. Belanja operasi sebesar 1 triliun 339 miliar rupiah atau 93,98 % dari anggaran sebesar 1 triliun 425 miliar rupiah.
  2. Belanja modal sebesar 254 miliar rupiah atau 87,17 % dari anggaran sebesar 293 miliar rupiah.
  3. Belanja tak terduga sebesar 871 juta rupiah atau 28,69 % dari anggaran sebesar 3 miliar 36 juta rupiah.
  4. Transfer sebesar 143 miliar rupiah atau 96,33 % dari anggaran sebesar 148 miliar rupiah.

Dikatakan, surplus defisit dan silva, proyeksi defisit pada APBD perubahan tahun anggaran 2017 sebesar 54 miliar rupiah. Terealisasi sebagai surplus sebesar 34 miliar rupiah. Surplus tersebut ditambah dengan pembiayaan neto berupa penerimaan pembiayaan yang baerasal dari penggunaan silva tahun anggaran 2016 sebesar 56,8 miliar rupiah dikurangi dengan pengeluaran pembiayaan berupa tambahan penyataan modal kepada Bank Sulut Go sebesar 2,5 miliar rupiah.

Dengan demikian kata Idris, menghasilkan silva tahun anggaran 2017 sebesar 89 miliar rupiah. Jumlah silva tersebut selanjutnya menjadi nilai akhir saldo anggaran lebih tahun anggaran 2017 pada laporan perubahan saldo anggaran lebih.

Idris juga menguraikan tentang asset. Total asset per 31 Desember 2017 sebesar 2 triliun 190 miliar rupiah dibanding tahun 2016 sebesar 1 triliun 725 miliar rupiah. Artinya, asset mengalami peningkatan sebesar 465 miliar rupiah atau sebesar 26,98 % dari total asset tahun 2017 sebesar 88 % merupakan asset tetap.

Sedangkan kewajiban dan ekuitas terang Idris, jumlah kewajiban per 31 Desember 2017 sebesar 54 miliar rupiah. Kewajiban tersebut adalah kewajiban jangka pendek yang terdiri dari utang perhitungan pihak ketiga, utang beban pegawai termasuk TKJ Desember 2017, dan utang bagi hasil pajak ke kabupaten/kota untuk bulan desember tahun 2017.

Jumlah ekuitas per 31 Desember 2017 sebesar 2 triliun 136 miliar rupiah dibandingkan tahun 2016 sebesar 1 triliun 701 miliar rupiah. Hal tersebut menunjukkan telah mengalami peningkatan sebesar 436 miliar rupiah atau naik sebesar 26 %.

“Kami berharap, Ranperda bisa dibahas sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga dapat ditetapkan menjadi Perda sebagai syarat penyusunan APBD perubahan tahun 2018,” tandasnya.(TIM)

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Juni 5, 2018 22:49
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment

Only registered users can comment.