Beranda Gorontalo Walau Diteriaki Orangtua Pada Hari Anak Nasional, Bunda Paud Tetap Tersenyum

Walau Diteriaki Orangtua Pada Hari Anak Nasional, Bunda Paud Tetap Tersenyum

22

MCB.Com (Kota Gorontalo) – Suasana Peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kota Gorontalo, Jum’at (25/8) yang digelar di Lapangan Buladu, Kota Barat, sedikit terjadi kekecewaan dari para orangtua anak. Pasalnya, acaranya baru dimulai sekitar pukul 15.00 Wita, sedangkan anak-anak dan para orangtua sudah hadir pukul 12.30 Wita.  Ini yang membuat mereka kesal.

“Mana ini panitia? Kenapa kacau bagini? Woy capat jo, napa somo ujan! Kalau torang pe anak sakit, sapa yang tanggung jawab? Ngoni tamu undangan turun kamari, jangan cuman enak-enak di atas panggung, sedangkan torang somo basah di lapangan,” teriak para orangtua penuh kekecewaan.

Anak-anak tampak capek menunggu acara dimulai.

Teriakan itu tak membuat Ketua Tim Penggerak PKK Kota Gorontalo Jusmiyati Kiayi Demak tersinggung atau marah. Bunda PAUD ini hanya bisa tersenyum ketika mendengar teriakan tersebut. “Mohon maaf…! Saya terima undangan dari panitia bahwa acaranya dimulai pukul 14.00 Wita. Jadi saya datang tepat jam dua. Namun saat saya masuk ke sini, jalannya macet,” jelas Jusmiaty saat memberikan sambutan penuh sabar dan tersenyum.

Demikian pula salah satu ibu yang mendekati MCB.Com mengatakan, kacaunya kegiatan ini disebabkan oleh panitia yang tidak konsisten dengan waktu. “Sebenarnya ini bukan salah ibu kasiang, tapi panitianya,” ucapnya kecewa.

Wakil Ketua DPRD Kota Gorontalo Erman Latjengke.

Hal yang sama disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Gorontalo Erman Latjengke kepada MCB.Com. Ia juga merasakan kecewaan para orangtua yang menjaga anaknya sejak siang hari sudah berada di lapangan. Ketua Partai Demokrat Kota Gorontalo ini menilai, panitia tidak perhitungkan waktu dan kapasitas tempat yang begitu banyak peserta.

Erman berharap, kedepan panitia harus merencanakan acaranya lebih matang lagi. “Coba kita lihat, jika anak yang hadir saat ini seribu anak, maka pasti orangtua yang mendampingi sebanyak dua ribu atau empat ribu. Saya lihat acara ini tidak tertata dengan bagus. Bahkan ada anak yang datang di panggung mencari orangtuanya, demikian sebaliknya,” paparnya.* (01/Bayu)