Beranda Gorontalo Berkaca Dari Bupati Kepulauan Talaud, Walikota Gorontalo Didesak Segera ‘Cuci Gudang’

Berkaca Dari Bupati Kepulauan Talaud, Walikota Gorontalo Didesak Segera ‘Cuci Gudang’

20

MCB.Com (Gorontalo) – Saat ini sejumlah pendukung Marten Taha-Ryan Kono (Matahari)  mulai mendesak Wakilota Marten Taha untuk melakukan perombakan terhadap sejumlah Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) di lingkungan Kota Gorontalo. Mereka mengistilahkan, Marten Taha segera ‘cuci gudang’ kepada SKPD yang dinilai kerjanya hanya tebar pesona (tepos).

Berkaca dari sikap dan keberanian Bupati Kabupaten Talaud, Sri Wahyumi Manalip yang me-non job 18 pejabat eselon II dijadikan staf biasa, termasuk beberapa kepala bagian, camat dan lurah yang menduduki eselon III dan IV . Hampir semua eselon II, eselon III dan IV diisi pejabat baru.

Sikap beberapa pejabat eselon II, III, dan IV di Kota Gorontalo pada masa pemilihan walikota, disinyalir melakukan manuver politik. Loyalis pendukung Matahari yang tergabung dalam Sahabat Marten Taha (SMT) telah mengantongi nama-nama pejabat yang layak untuk di non job. Demikian pula dengan tenaga honorer agar semuanya dibersihkan.

Bahkan pasca dicoretnya pasangan calon Marten Taha-Ryan Kono oleh KPU Kota Gorontalo, terungkap sejumlah pejabat eselon II, III dan IV malah mendekati pasangan calon lain dan memberi ucapan selamat via pesan singkat (SMS).

Nama dan pejabat yang diminta untuk di non aktifkan telah dikantongi, terkecuali Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo yang dinilai tetap konsisten. Kadis pendidikan yang pasang badan dan bersedia menjadi saksi ahli dari pasangan Matahari sewaktu sidang di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT-TUN) Makasar.

“Sudah saatnya Walikota Gorontalo melakukan perombakan kabinet secara menyeluruh, agar kinerja aparat bisa maksimal dan program kerja yang sudah dijanjikan ke masyarakat bisa segera terealisasi,” ungkap Totok Bachtiar.

Sekretaris pemenangan Matahari ini mengungkapkan, persoalan di tingkat masyarakat harus secepatnya diatasi, baik sisi ekonomi, kesehatan dan maalah lingkungan. Diharapkan, para  pejabat jangan cuma menyenangkan sang bos—asal bos senang (ABS).

“Ingat, rakyat melihat langsung kenyataan di lapangan. Tantangan ke depan semakin komplit, seiring kemajuan Kota Gorontalo. Pemerintah harus memberi peluang akses sebesar-besarnya kepada investor agar Kota Gorontalo lebih maju dari sisi ekonomi,” tandasnya. (01/02)