Walikota Gorontalo : Penataan Benteng Otanaha Sudah Sesuai Fungsinya

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Oktober 19, 2017 23:10

Walikota Gorontalo : Penataan Benteng Otanaha Sudah Sesuai Fungsinya

MCB.Com (Kota Gorontalo) –  Penataan Benteng Otanaha yang tercatat sebagai cagar budaya nasional disinyalir menyalahai aturan. Namun oleh pemerintah Kota Gorontalo penataan tersebut tidak mengganggu dan merusak situs yang tidak bisa disentuh.

Walikota Gorontalo, Marten Taha mennguraikan, penataan obyek wisata Benteng Otanaha sudah berdasarkan fungsi dan pemanfaatannya. “Kami melakukan penataan itu dianggap mengganggu atau sudah masuk pada situs yang tidak bisa disentuh. Dan itu sama sekali tidak. Bisa dilihat di lapangan,” jelas Marten.

Menurut Marten, tadinya halaman depan Benteng Otanaha hanya diaspal. Nah, untuk menjaga kenderaan jangan sampai ke area tersebut, maka dibuatlah seperti paving block (bata beton). Dengan demikian kenderaan sudah tidak bisa lagi lalu-lalang ke tempat itu.

Walikota Gorontalo, Marten Taha.

“Dalam kondisi seperti itu sebenarnya aspal itu tidak boleh, makanya kami bikin seperti paving yang terdiri dari koral yang tidak menempel. Sehingga kendaraan-kendaraan tidak bisa ke situ. Kalau dalam bentuk aspal, kendaraan itu lalu lalang ke situ,” urai Marten.

Sebelumnya sejumlah Mahasiswa Jurusan Arsitek, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), berusaha membongkar lapisan semen yang berada di bawah dinding Benteng Utama.Pasalnya, proyek penataan kawasan Benteng dinilai tidak sesuai ketentuan cagar budaya dan diduga menyalahi aturan.

Mahasiswa mengecam proyek penataan kawasan wisata Benteng Otanaha karena dianggapa telah mengalami perubahan. Mahasiswa juga menyesalkan pelataran memasuki Benteng semuanya dicor beton, sehingga terlihat ketinggian Benteng Otanaha mengalami penurunan.

Eka, Mahasiswi Jurusan Arsitek UNG.

“Kami merasa terpanggil melihat Benteng Otanaha yang sudah kita ketahui bersama sebagai cagar budaya. Dengan adanya pembangunan seperti ini, yang bisa kita lihat di lokasi secara langsung dikhawatirkan ke depan akan merusak Benteng Otanaha sebagai cagar budaya asli Gorontalo,” ujar Eka, Mahasiswi Jurusan Arsitek UNG.

Oleh sebab itu mereka meminta pihak terkait agar memperhatikan penataan Benteng Otanah tersebut. Jika tidak, Benteng yang dibangun sekitar tahun 1522 itu terancam rusak. Benteng Otanaha menjadi tempat bersejarah yang dahulunya dibangun sebagai tempat perlindungan dan pertahanan Raja-raja Gorontalo saat melawan kolonial Portugis.* (01/03)

 

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Oktober 19, 2017 23:10
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment

Only registered users can comment.