Walikota Jadi Narasumber Pada Kegiatan Goes To Campus di UMG

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Oktober 19, 2017 23:55

Walikota Jadi Narasumber Pada Kegiatan Goes To Campus di UMG

MCB.com (Kota Gorontalo)– Walikota Gorontalo Marten Tahan mendapat kepercayaan dari pihak Universitas Mohammadiyah (UMG) sebagai salah satu narasumber pada acara acara Goes To Campus. Selain Marten, Rektor UMG—Ismail Yusup dipercaya juga  sebagai narasumber.

Acara Goes To Campus yang bertajuk “Sumpah Pemuda” ini terselenggara atas kerja sama Pro2 RRI yang berlangsung di Aulah David Akib Bobihoe, UMG, Rabu, (19/10).

Banyak pertanyaan yang disampaikan oleh sejumlah mahasiswa kepada kedua narasumber. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan tema “Sumpah Pemuda”. Setiap sesi tanya jawab, diberikan kesempatan untuk tiga penanya. Marten Taha yang juga sebagai Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) UMG, menjawab semua pertanyaan mahasiswa.

“Sekarang ini kita kehilangan nasionalisme pendidikan agama yang diakibatkan pergaulan bebas dan sistem globalisasi. Pengetahuan teknologi saat ini sangat berpengaruh pada kepribadian dan karakter. Dan itu bisa diisi oleh nilai-nilai agama,” jelas Marten.

Menurut Marten, di UMG ada yang disebut Al-Islam Kemuhamadiyaan. Itu berarti akan mengisi kekosongan yang menjadi tujuan. Orang yang punya pengetahuan ilmu teknologi agar dipelihara jiwanya dari berbagai tindakan kotor, sehingga menjadi manusia berahlak dan berkepribadian.

Lebih lanjut Marten menjelaskan,  satu diktum di dalam Sumpah Pemuda, “Berbahasa satu Bahasa Indonesia, bahasa persatuan”. Disitulah menjadi tujuan menyatukan seluruh potensi bangsa ini.

Mengingat pada saat itu perjuangan masih sangat bersifat kedaerahan kata Marten, ada satu gerakan persatuan dan kesatuan yang mampu mempersatukan kekuatan yang ada di daerah-daerah.

Dikatakan, penguasaan bahasa asing dipengaruhi sistem globalisasi. Pada dasarnya penguasaan global juga penting sebagai bahasa Internasional, yaitu Bahasa Inggris. Namun Marten meminta tetap berbegang teguh pada Bahasa Indonesaia.

“Kita tetap bangga Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa persatuan. Ada pun bahasa-bahasa asing yang perlu kita kuasai itu bertujuan dalam rangka menguasai kondisi global yang berpengaruh pada negara, terutama pada daerah kita,” tandasnya.(01-17)

mediacerdasbangsa
By mediacerdasbangsa Oktober 19, 2017 23:55
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment

Only registered users can comment.