Beranda Gorontalo Anggota DPRD Fraksi PPP: Wabup Thariq Modanggu Jangan ‘Genit’!

Anggota DPRD Fraksi PPP: Wabup Thariq Modanggu Jangan ‘Genit’!

21

Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara dari Fraksi PPP, Matran Lasunte (Foto: Dokumen FB Matran Lasunte).

Thariq Modanggu adalah sosok yang cerdas. Ia dinilai kaya dengan ide dan gagasan. Bayangkan, terbentuknya Kabupaten Gorontalo Utara adalah bagian yang tidak bisa terpisahkan dari sejarah perjuangan  Thariq. Ia dipercaya sebagai Ketua Komite Pembentukan Kabupaten (KPK) Gorontalo Utara.

Tahun 2008, pria kelahiran 17 Desember 1970 tersebut pernah bertarung sebagai Calon Bupati Gorontalo Utara, berpasangan dengan Calon Wakil Bupati—Djafar Ismail. Namun pasangan Thariq-Djafar kalah tipis dengan pasangan calon Rusli Habibie-Indra Yasin.

Kemudian, pada tahun 2013 Thariq kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Gorontalo Utara, berpasangan dengan Hardi Hemeto dari jalur independen. Lagi-lagi Thariq-Hardi kalah dari pasangan calon Indra Yasin-Rony Imran.

Tahun 2018, Thariq Modanggu harus menerima posisi sebagai Calon Wakil Bupati Gorontalo Utara—mendampingi Indra Yasin. Akhirnya, menang—mengalahkan dua pasangan calon lainnya. Pada tanggal 6 Desember 2018, Indra Yasin-Thariq Modanggu dilantik Gubernur Rusli Habibie, periode 2018-2023.

Meski Idra-Thariq dinilai pasangan ideal, namun angota DPRD Gorontalo Utara dari Fraksi PPP memberikan peringatan keras kepada Wakil Bupati Thariq Modanggu. Berikut wawancara mediacerdasbangsa.com (MCB) bersama Matran Lasunte (ML):

MCB    : Apa kabar Pak Matran?

ML      : Alhamdulillah…, baik.

MCB    : Bagaimana anda melihat pasangan Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Utara saat ini?

ML      : Saya melihat, duet Indra-Thariq cukup baik.

MCB    : Owh…, begitu. Kabarnya, pasangan Idra-Thariq pecah kongsi lagi?

ML      : Ah…, itu isu murahan yang sengaja ditiupkan oleh orang-orang tertentu. Bisa jadi dari lawan politik.

MCB    : Anda bisa jamin pasangan Indra-Thariq tidak akan pecah kongsi?

ML      : Saya yakin, asal Pak Thariq harus bisa menahan diri.

MCB    : Menahan diri dalam hal apa?

ML      : Wakil Bupati Thariq Modanggu jangan ‘genit’!

MCB    : Wah.., maksud anda?

ML      : Diakui, Pak Thariq itu cukup cerdas. Ia kaya dengan ide dan gagasan. Nah, jangan sampai karena kegenitannya, ia lupa tugas dan fungsinya sebagai Wakil Bupati.

MCB    : Coba anda jelaskan lebih spesifik lagi…!

ML      : Begini, Pak Thariq hanya terbiasa dengan teori. Kadang kala teori hanya didasarkan pada asumsi dan imajinasi. Kalau boleh saya katakan, Pak Thorik terbiasa dengan ‘dunia maya’.

MCB    : Whahaha….

ML      : Iya. Sekarang Pak Thoriq berhadapan dengan ‘dunia nyata’. ‘Dunia maya’ dan ‘dunia nyata’ sangat berbeda. Artinya, fakta di lapangan terkadang berbenturan dengan teori.

MCB    : Owh…, itu maksud anda Pak Thariq jangan ‘genit’?

ML      : Saking cerdasnya Pak Thariq, bisa jadi itu yang membuat kepala daerah dan wakil kepala daerah pecah kongsi. Pak Thoriq harus mampu menahan diri—mengerti tugas dan fungsinya sebagai Wakil Bupati. .

MCB    : Lantas, bagaimana anda melihat sosok Indra Yasin?

ML      : Pak Indra itu bukan tipe pendendam. Meski dihujat, ia hadapi dengan kepala dingin. Orangnya sabar. Ada kekuatan besar yang dimiliki Pak Indra.

MCB    : Kekuatan yang anda maksud?

ML      : Kekutannya berada di tangan.

MCB    : Ilmu kanuragan maksudnya?

ML      : Whahaha…, bukan. Maksud saya, ketika orang yang marah kepada beliau, ia cukup berjabat tangan dan kedua tangannya akan memegang tangan orang tersebut. Ini soal psikologi lawan politik, tidak berkaitan dengan ilmu kanuragan.

MCB    : Whahaha… Hal lain yang anda tahu tentang Indra Yasin?

ML      : Pak Indra itu bagaikan rotan.

MCB    : Maksud anda?

ML      : Rotan bisa dibuat model apapun. Rotan bibuat berbentuk bulat, bisa. Artinya, saran dan pendapat orang dia dengar, tapi pada implementasinya, lain lagi.

MCB    : Anda ingin mengatakan, Indra Yasin tidak konsisten?

ML      : Tidak demikian maksud saya. Pak Indra memiliki prinsip tersendiri. Ia tahu hal prinsip untuk kepentingan rakyat.

MCB    : Bagaimana hubungan Pak Indra dengan SKPD?

ML      : Pak Indra sering kali membela SKPD. Coba banyangkan, ketika kepala SKPD disoroti anggota dewan, karena tidak hadir pada rapat-rapat paripurna, justru Pak Bupati membelanya. Pak Indra memberikan berbagai alasan atas ketidak hadiran kepala SKPD tersebut.

MCB    : Berarti, Pak Indra tidak didengar oleh kepala SKPD dong?

ML      : Bisa “ya”, bisa juga “tidak”. Tapi itu kenyataannya. Padahal anggota dewan sangat getol menyoroti atas ketidak hadiran kepala SKPD pada rapat bersama dewan.

MCB    : Terima kasih atas kesediaannya berbincang-bincang dengan MCB. Anda punya pesan?

ML      : Seperti saya katakana di atas, agar Pak Thariq sebaiknya menahan diri. Jangan ‘genit’! Hehehehe… Saya juga berharap, jangan sampai Pak Indra dan Pak Thariq pecah kongsi. Terakhir, jangan terpengaruh dengan bisikan orang-orang disekitar. Lakukan yang terbaik untuk kepentingan masyarakat Gorontalo Utara.

Demikian wawancara MCB bersama anggota DPRD Gorontalo Utara dari Fraksi PPP—Matran Lasunte. Insya Allah, hasil wawancara ini menjadi bahan intropeksi demi kepentingan masyarakat Gorontalo Utara.

“Semoga Allah merahmati seorang hamba yang takut kepada Tuhan-nya, menasehati dirinya, menyegarkan tobatnya, dan mengalahkan hawa nafsunya. Sebab, sesungguhnya ajalnya tersembunyi darinya, angan-angan menipunya, sedangkan setan senantiasa menyertainya—berupaya menyesatkan.”   (Ali bin Abi Tholib) ****